Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Prabowo Harus Berhati-hati dengan Pernyataan Ngawur Bahlil

KAMIS, 26 MARET 2026 | 21:01 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Presiden Prabowo Subianto berhati-hati terhadap keterangan yang disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia soal stok energi nasional masih aman di tengah dampak perang AS-Iran.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi kepada RMOL di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.

“Pernyataan Bahlil saya lihat terlalu ngawur, ngecap dan banyak ABS (asal bapak senang) biar seakan-akan kondisi energi kita aman, padahal menurut saya tidak demikian,” kata Siswanto.


Ia memprediksi perang ini masih akan berlangsung lama. Sementara ketergantungan energi nasional terhadap aktivitas di Selat Hormuz termasuk tinggi.

“Dari mana stok energi kita aman? Negara-negara lain sudah banyak yang khawatir atas dampak perang ini. Dan perang ini sekali lagi tidak bisa diprediksi kapan berakhir,” tegasnya.

Menurut Siswanto, pernyataan-pernyataan angin surga yang dilaporkan Bahlil ke Prabowo merupakan bentuk menganggap remeh kondisi global.

Ia berharap sudah seharusnya Prabowo tanggap dan lebih melek terhadap kondisi geopolitik global.

“Ini sebenarnya pembuktian terhadap ucapan Prabowo yang tidak serta merta percaya dengan laporan menteri yang bagus-bagus. Prabowo harus bisa buktikan ucapannya itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman meski situasi global tengah bergejolak akibat konflik AS-Iran.

“Sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena, tetapi kita bersyukur kepada Allah, hari ini BBM di negara kita tercinta, baik bensin, solar, maupun LPG, terpenuhi dengan baik,” ucap Bahlil saat melakukan sidak di Jawa Tengah, yang dipantau secara daring dari Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.   


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya