Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

Semprot Ekonom “Asbun”, Purbaya: Kalau Ngga Ngerti, Sekolah Lagi

KAMIS, 26 MARET 2026 | 16:28 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyentil kalangan ekonom yang dinilai kerap menebar sentimen negatif tanpa dasar perhitungan yang jelas, termasuk prediksi ekonomi Indonesia akan hancur dalam waktu dekat.

"Saya enggak anti kritik, enggak apa-apa. Tapi jangan bilang begini, 2 bulan lagi ekonomi Indonesia akan hancur. Akan resesi," kata Purbaya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu 25 Maret 2026.

Menurutnya, proyeksi tersebut tidak didukung data ekonomi yang tepat. Ia menilai ada ekonom yang hanya mendasarkan prediksi pada asumsi kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.


"Alasannya karena harga minyak akan 200 Dolar per barrel, Rupiah akan berapa puluh ribu, ya kalau itu, ya iya, kalau harga minyak 200 Dolar per barrel semua dunia resesi, tenang saja, enggak usah pusing. Jadi asumsinya nggak masuk akal. Jadi itu bukan ekonom yang betul," kata Purbaya.

Purbaya menekankan, analisis ekonomi seharusnya mempertimbangkan berbagai faktor risiko secara komprehensif, mulai dari data historis hingga kebijakan pemerintah dalam merespons tekanan global.

"Coba anda lihat. Sekarang saja Amerika sudah kelabakan kan? 100 Dolar aja di sana BBM-nya naik hampir 100 persen, rakyatnya mulai marah. Makanya si Trump langkahnya agak berbeda kan? Bisa sampai 150? Jatuh Trump sudah. Bukan kita yang jatuh, tapi di sana," papar Purbaya.

Ia menegaskan, kondisi ekonomi domestik masih dapat dijaga di tengah gejolak global. Karena itu, ia meminta para ekonom tidak sembarangan menyampaikan prediksi yang justru menimbulkan keresahan.

"Kalau kita masih bisa jaga di sini. Jadi itu hitungannya. Kalau ekonom itu seperti itu, jangan asbun. Kalau enggak ngerti, sekolah lagi, apalagi yang profesor itu, enggak pernah sekolah kok," tandasnya.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya