Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

Genjot Efisiensi, Defisit Dijamin Tak Lewati Batas 3 Persen

KAMIS, 26 MARET 2026 | 15:03 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah menyiapkan strategi efisiensi belanja kementerian dan lembaga (K/L) dalam tiga tahap untuk meredam tekanan ekonomi akibat konflik geopolitik. Langkah ini diperkirakan mampu menghemat anggaran negara hingga Rp80 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, skema efisiensi tersebut sudah dihitung dan akan dijalankan secara bertahap. 

“Kan sudah dihitung hematnya berapa triliun, udah ada kan sekitar (Rp80 triliun) segitu. Kan tahap satu, tahap dua, tahap tiga kita jalankan nanti,” kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu 25 Maret 2026.


Ia juga membenarkan estimasi penghematan Rp80 triliun yang sebelumnya disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

Purbaya menjelaskan efisiensi akan difokuskan pada pemangkasan anggaran yang dinilai kurang prioritas, seperti perjalanan dinas. 

“Kalau ada anggaran jalan-jalan, apakah kita bisa potong. Kita bisa lihat yang enggak efisien kan bisa hitung,” ujarnya.

Dengan strategi efisiensi tersebut, bendahara negara itu memastikan pemerintah dapat menjaga stabilitas fiskal dengan defisit di kisaran bawah batas aman UU Keuangan Negara 3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Adapun target defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen PDB.

“Yang jelas anggarannya sudah clear. Jadi APBN saya bisa dikendalikan, enggak tembus 3 persen,” tutur dia.

Sebelumnya, Mensesneg telah mengungkapkan total efisiensi atau penghematan anggaran yang telah dirancang untuk APBN tahun ini senilai Rp81 triliun, serta relokasi anggaran yang sudah disisir sebesar Rp 800 triliun.

"Sudah dapat Rp80 triliun. Di luar yang sudah kita realokasi. Total kurang lebih 70 miliar Dolar AS. Yang sudah direlokasi kurang lebih mencapai Rp800 triliun, di luar itu bapak perintahkan efisiensi kembali sudah dapat sekitar Rp81 triliun," kata Prasetyo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya