Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Bahlil Dinilai Berhasil Jaga Stok BBM di Tengah Lebaran dan Gejolak Global

KAMIS, 26 MARET 2026 | 13:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kinerja pemerintah dalam menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) selama momen Idul Fitri 2026 mendapat apresiasi. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dinilai berhasil memastikan pasokan tetap aman meski berada di tengah tekanan geopolitik global. Cadangan operasional BBM yang diklaim mampu bertahan hingga 20 hari menjadi salah satu indikator keberhasilan tersebut.


Peneliti dari Lab Rekayasa Termal dan Sistem Energi (RTSE) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ary Bachtiar Krishna Putra menilai, kinerja pemerintah yang tetap menjaga pasokan BBM saat hari raya tidak bisa dilepaskan dari pengalaman Bahlil

Peneliti dari Lab Rekayasa Termal dan Sistem Energi (RTSE) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ary Bachtiar Krishna Putra menilai, kinerja pemerintah yang tetap menjaga pasokan BBM saat hari raya tidak bisa dilepaskan dari pengalaman Bahlil

"Ya memang karena sudah event tahunan. Artinya secara pasokan mungkin pemerintah sudah punya jam terbang untuk menjamin keterisian dan harga dari BBM," ujar Ary kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurut dia, pola konsumsi BBM saat Lebaran sudah cukup terprediksi karena berlangsung dalam waktu terbatas, umumnya hanya sekitar satu pekan selama arus mudik dan balik. Hal ini membuat pemerintah lebih mudah mengantisipasi lonjakan permintaan.

“Kalau Lebaran kan memang penambahan karena mudik ya, itu juga dalam kategori mungkin semingguan, artinya dari berangkat sampai pulang,” kata dia.

Selain itu, ia menilai perilaku masyarakat yang lebih bijak dalam menggunakan BBM juga turut berkontribusi terhadap stabilitas pasokan. Kekhawatiran terhadap potensi kelangkaan membuat masyarakat cenderung menahan konsumsi yang tidak perlu.

“Kalau masyarakat sudah mulai mengendalikan diri untuk tidak terlalu menghambur-hamburkan, manfaatnya terasa. Saya lihat di beberapa daerah, kondisi sudah tidak terlalu antre BBM,” tuturnya.

Selain itu, Ary juga memandang perlu fundamental ketahanan energi Indonesia yang masih memiliki tantangan, terutama terkait kapasitas cadangan BBM yang relatif terbatas dibandingkan negara lain di kawasan, untuk diperbaiki.

Ia menyebutkan, cadangan energi nasional saat ini masih berada di kisaran 20 hingga 28 hari, jauh di bawah negara seperti Jepang dan Singapura yang mampu menyimpan cadangan hingga berbulan-bulan.

Oleh karena itu, Ary menilai langkah pemerintah untuk menambah kapasitas penyimpanan BBM hingga 90 hari merupakan kebijakan strategis yang perlu segera direalisasikan guna memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kalau bisa 90 hari sudah luar biasa. Artinya kalau harga pasar naik turun, kita masih punya waktu dan cadangan dari pengadaan sebelumnya,” demikian dia menambahkan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya