Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Menguat Saat Amerika Ajak Iran Berdamai

KAMIS, 26 MARET 2026 | 08:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pergerakan indeks utama Wall Street kembali menunjukkan tren positif. Hal ini didorong turunnya harga minyak serta meningkatnya harapan investor bahwa konflik di Timur Tengah dapat mereda setelah muncul sinyal perdamaian.

Dikutip dari Reuters, Kamis 26 Maret 2026, indeks Dow Jones naik 0,66 persen ke level 46.429,49, diikuti S&P 500 yang menguat 0,54 persen menjadi 6.591,90, serta Nasdaq yang naik 0,77 persen ke 21.929,83. Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 juga meningkat 1,2 persen dan sempat menyentuh level tertinggi dalam dua minggu terakhir.

Sepanjang perdagangan, pasar sempat bergerak tidak stabil akibat pernyataan yang berubah-ubah dari Iran terkait proposal AS. Sektor energi menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 0,5 persen, sementara sektor material mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2 persen, diikuti sektor konsumsi non-primer yang naik 1,2 persen. Meski demikian, adanya indikasi komunikasi antara kedua pihak tetap memberi optimisme bahwa ketegangan dapat mereda, khususnya terkait jalur strategis Selat Hormuz.


Penurunan harga minyak lebih dari 2 persen turut mendorong kenaikan saham perusahaan yang bergantung pada bahan bakar, seperti maskapai penerbangan dan operator kapal pesiar. Di sisi lain, lonjakan harga minyak sebelumnya sempat memicu kekhawatiran inflasi, yang kini berdampak pada perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter. Investor tidak lagi memperkirakan adanya penurunan suku bunga oleh bank sentral AS tahun ini, berbeda dari sebelumnya yang memperkirakan dua kali pemangkasan.

Dari sisi emiten, sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan. Saham Arm melonjak 16,4 persen setelah meluncurkan chip kecerdasan buatan untuk pusat data yang diperkirakan menghasilkan pendapatan besar. Saham AMD dan Intel masing-masing naik lebih dari 7 persen, sementara Nvidia bertambah 2 persen. 

Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan mencapai 17,07 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 hari terakhir. Jumlah saham yang naik masih lebih banyak dibandingkan yang turun, mencerminkan sentimen pasar yang cenderung positif.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya