Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Sektor Tambang Kerek Bursa Eropa Kembali ke Jalur Hijau

KAMIS, 26 MARET 2026 | 07:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar ekuitas Eropa sukses mendarat di zona hijau pada penutupan perdagangan Rabu 25 Maret 2026 waktu setempat. 

Sentimen positif ini dipicu oleh meningkatnya optimisme investor terkait potensi deeskalasi konflik di Timur Tengah dalam waktu dekat, meskipun kekhawatiran akan dampak ekonomi jangka panjang tetap menghantui.

Berdasarkan laporan Reuters dan CNBC, indeks STOXX 600 melesat 1,42 persen atau 8,21 poin ke level 587,49. Ini merupakan reli penguatan hari ketiga setelah sebelumnya sempat merosot hingga 10 persen dari rekor tertingginya. 


Beberapa bursa utama di Eropa juga mencatatkan lonjakan signifikan. Di Inggris, FTSE 100 naik 1,42 persen atau bertambah 141,68 poin ke posisi 10.106,84.

DAX Jerman juga terangkat 1,41 persen atau 320,17 poin ke level 22.957,08. Sedangkan CAC (Prancis) menguat 1,33 persen atau 102,63 poin ke angka 7.846,55.

Sementara itu, indeks volatilitas menyusut 0,7 poin menjadi 31,1, yang mengindikasikan mulai redanya kepanikan pasar untuk sementara waktu.

Seluruh sektor industri bergerak positif. Sektor pertambangan menguat 2,4 persen. Sektor perbankan naik 1,8 persen. Sektor perjalanan juga mulai pulih dengan kenaikan 1,4 persen, di mana saham maskapai seperti Lufthansa dan Air France masing-masing naik 2,3 persen.

Sektor energi turut terkerek 1,1 persen berkat pandangan optimistis dari Morgan Stanley. 

Di sisi lain, saham Vestas Wind (energi terbarukan) melonjak 6 persen berkat kontrak proyek baru di AS. Namun, saham INWIT justru melemah 2,8 persen setelah Swisscom mengumumkan pemutusan kerja sama layanan utama di Italia.

Harga minyak dunia terkoreksi menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kemajuan negosiasi dengan Iran. Kabarnya, Washington telah menyodorkan proposal perdamaian berisi 15 poin. 

Meski Teheran secara resmi membantah adanya dialog langsung dan menyebut AS "bernegosiasi dengan dirinya sendiri," pejabat senior Iran mengonfirmasi bahwa mereka tengah meninjau proposal tersebut.

Para analis masih menyoroti ketidakpastian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi yang terganggu akibat konflik. Ketergantungan tinggi Eropa pada impor minyak tetap menjadi risiko besar bagi stabilitas pasar.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

Kaharuddin Djenod Kembali Pimpin PT PAL Indonesia

Rabu, 27 Mei 2026 | 03:50

Nusron Bersama Wamenhan dan KSAU Bahas Penataan Aset Pertanahan TNI AU

Rabu, 27 Mei 2026 | 03:27

Gatot Nurmantyo Berharap Presiden Keluarkan Dekrit Sesuai Amanat AD/ART Gerindra

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:59

Anies Baswedan dan Suara Kentongan

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:35

Rocky Gerung: Eksaminasi Putusan Kerry Riza Uji Cara Berpikir Penegak Hukum

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:12

Wali Kota Agustina Gelar Nobar Dukung Celyna Grace di Indonesian Idol Season XIV

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:54

UUD 2002 Berhasil Bikin Kekayaan Indonesia Dirampok Besar-besaran

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:31

PT PAL Indonesia Bukukan Kenaikan Laba Bersih Sebesar 108,58 Persen

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:13

Keterwakilan 30 Persen Perempuan Jangan Cuma Formalitas bagi Parpol

Rabu, 27 Mei 2026 | 00:47

Pasal Kerugian Negara Dianggap Tidak Efektif Berantas Korupsi

Rabu, 27 Mei 2026 | 00:25

Selengkapnya