Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

APBN Diklaim Masih Kuat

Pemerintah Jamin Harga BBM Bersubsidi Tak Naik

RABU, 25 MARET 2026 | 20:41 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah memastikan belum akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat, meski tekanan global meningkat akibat kenaikan harga minyak dunia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih cukup kuat untuk meredam dampak tersebut.

“APBN kita masih tahan. Saya tidak akan ubah APBN atau subsidi BBM sampai titik harga minyak benar-benar sangat tinggi,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta pada Rabu, 25 Maret 2026.


Menurutnya, dengan asumsi harga minyak saat ini, daya tahan fiskal Indonesia diperkirakan masih tetap terjaga hingga akhir tahun.

“Dengan harga (minyak) sekarang, sampai akhir tahun, APBN kita masih tahan. (Tapi ini juga) tergantung keputusan pimpinan nantinya. Tapi saya tawarkan aman,” tuturnya.

Pemerintah, kata Purbaya telah menyiapkan berbagai simulasi guna mengantisipasi potensi lonjakan harga energi.

Dalam skenario yang telah dihitung, rata-rata harga minyak bisa mencapai 97 Dolar AS per barel sepanjang tahun, lebih tinggi dari asumsi APBN sebesar 70 Dolar AS per barel. 

Menurutnya, jika tidak direspons dengan kebijakan, kondisi tersebut berpotensi mendorong defisit APBN melampaui 3 persen. Namun, pemerintah, tegasnya, tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

“Kalau tidak melakukan apa-apa memang bisa lewat 3 persen. Tapi kalau kita ambil langkah, hasilnya bisa berbeda,” kata dia.

Untuk menjaga defisit tetap terkendali, pemerintah telah menyiapkan langkah optimalisasi penerimaan negara hingga efisiensi belanja.

Ia merinci opsi yang disiapkan meliputi peningkatan penerimaan dari sektor komoditas seperti batu bara, penyesuaian pungutan bea ekspor, serta dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi guna meningkatkan penerimaan pajak.

Selain itu, pemerintah juga membuka ruang efisiensi belanja melalui penyisiran anggaran kementerian dan lembaga (K/L), termasuk evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Purbaya turut menepis kekhawatiran terkait potensi darurat energi di Indonesia. Ia menilai kondisi tersebut lebih berkaitan dengan gangguan pasokan, bukan sekadar kenaikan harga.

“Darurat energi itu kalau suplai berhenti. Kalau sekarang suplai masih ada, jadi belum masuk kondisi darurat,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya