Berita

Anggota Komisi II DPR RI, Edi Oloan Pasaribu (Foto: Dok. DPR RI)

Politik

Wacana WFH Berpotensi Tekan Pendapatan Ojol

RABU, 25 MARET 2026 | 10:45 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Wacana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan dinilai berpotensi menekan penghasilan ojek online (ojol), UMKM, hingga pedagang kecil karena berkurangnya mobilitas pekerja.

Kebijakan ini dikhawatirkan memicu dampak ekonomi berantai, terutama bagi sektor yang bergantung pada aktivitas perkantoran.

Anggota Komisi II DPR Fraksi PAN, Edi Oloan Pasaribu, mengingatkan pemerintah agar tidak hanya melihat WFH dari sisi penghematan bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga dampaknya terhadap ekonomi masyarakat kecil. 


“Kita tidak bisa melihat ini hanya dari aspek mengurangi mobilitas untuk penghematan BBM. Harus dipikirkan bagaimana usaha UMKM, masyarakat jasa transportasi, bahkan pedagang-pedagang kecil yang penghasilannya bergantung pada pekerja swasta, ASN, dan jasa transportasi lainnya,” ujarnya, Rabu, 25 Maret 2026.

Ia menilai kebijakan WFH hanya efektif sebagai solusi jangka pendek untuk merespons fluktuasi harga minyak dunia.

“WFH dalam satu hari dalam sepekan bagi ASN dan pekerja swasta dalam konteks penghematan BBM karena harga minyak dunia saya rasa cukup efektif, tapi solusi itu hanya bisa efektif untuk jangka pendek, tidak bisa untuk jangka panjang,” kata Edi.

Selain itu, Edi menekankan pentingnya kebijakan yang lebih komprehensif karena tidak semua sektor dapat menerapkan WFH.

“Pemerintah harus mampu memproyeksi dan membuat kebijakan yang holistik, karena tidak semua sektor bisa WFH. Jangan sampai WFH ini memengaruhi produktivitas kinerja,” ucapnya.

Sementara itu, pemerintah memastikan skema WFH tidak akan diberlakukan untuk semua sektor dan masih dalam tahap pembahasan sebelum diumumkan ke publik.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya