Berita

Abdullah Rasyid. (Foto: dokumentasi pribadi)

Dunia

BOP Tegaskan Posisi Indonesia, Non-Blok Tapi Aktif Jaga Perdamaian Dunia

RABU, 25 MARET 2026 | 08:15 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) dipandang bukan sekadar simbol, melainkan langkah strategis menegaskan posisi politik luar negeri bebas-aktif.

Di tengah meningkatnya rivalitas global dan fragmentasi geopolitik, Indonesia menegaskan diri tidak memihak kekuatan besar, namun tetap aktif menjaga perdamaian dunia.

Sikap ini berakar kuat dari semangat Gerakan Non-Blok (GNB) yang lahir dari nilai-nilai Dasa Sila Bandung pada Konferensi Asia-Afrika 1955.


Sejak era Soekarno, Indonesia konsisten memainkan peran sebagai motor diplomasi global. Mulai dari inisiasi GNB, keterlibatan aktif di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hingga dorongan terhadap dekolonisasi dan keadilan internasional.

Peran itu terus berlanjut hingga kini. Indonesia aktif mengirim pasukan penjaga perdamaian PBB, terlibat dalam berbagai forum multilateral, serta menjadi jembatan dialog negara-negara yang berkonflik.

Komitmen tersebut juga terlihat dalam dukungan konsisten terhadap kemerdekaan Palestina, sejalan dengan amanat konstitusi untuk menolak segala bentuk penjajahan.

Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, Indonesia dinilai memiliki peluang memperkuat peran global melalui diplomasi yang lebih progresif dan adaptif, khususnya dalam kerangka BOP.

Tokoh nasional Abdullah Rasyid menegaskan, BOP merupakan bentuk konsistensi sekaligus penguatan posisi Indonesia di panggung dunia.

“BOP adalah penegasan jati diri Indonesia sebagai pelopor non-blok yang tidak tunduk pada kekuatan besar, tetapi aktif memperjuangkan perdamaian, termasuk konsistensi membela Palestina,” ujarnya.

Di tengah dinamika global yang kembali mengarah pada polarisasi kekuatan seperti era NATO dan Pakta Warsawa, kehadiran Indonesia sebagai kekuatan non-blok aktif dinilai semakin relevan.

Keikutsertaan dalam BOP pun menjadi bukti bahwa politik luar negeri bebas-aktif bukan sekadar jargon, tetapi terus dijalankan secara nyata: tidak memihak, namun tegas berpihak pada perdamaian, kemerdekaan, dan keadilan global.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya