Berita

Ilustrasi/AI.

Otomotif

Rahasia AC Mobil Tetap Beku di Tengah Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026

SELASA, 24 MARET 2026 | 09:40 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Perjalanan mudik dan arus balik Lebaran 2026 diprediksi akan sangat menantang.

Dengan puncak arus balik yang diproyeksikan jatuh pada tanggal 24 Maret 2026, memastikan performa Air Conditioner (AC) yang prima bukan lagi sekadar pelengkap kenyamanan, melainkan kebutuhan mutlak untuk keselamatan berkendara.

Agar sistem pendingin kabin sanggup melawan cuaca panas ekstrem, Anda wajib menerapkan beberapa standar pengecekan teknis berikut ini.


1. Optimalisasi Evaporator, Kondensor, dan Refrigerant

Kondensor: Pastikan kisi-kisi kondensor yang umumnya berada di bagian depan mobil bebas dari kotoran, debu, atau bangkai serangga. Kondensor yang bersih memastikan proses pelepasan panas freon ke udara luar berjalan lancar.

Evaporator & Filter Kabin: Filter kabin yang kotor dan tersumbat akan merusak sirkulasi udara. Ganti filter secara rutin untuk mencegah menumpuknya lendir dan jamur pada evaporator, yang kerap menjadi biang kerok angin AC berbau tidak sedap dan tidak dingin.

Freon AC (Refrigerant): Pastikan volume dan tekanan freon AC berada di level spesifikasi pabrikan. Kurangnya tekanan freon adalah penyebab utama AC hanya mengembuskan angin hangat saat mesin menyala.

2. Taktik Flushing Udara Panas

Hindari menyalakan AC langsung ke suhu maksimal sesaat setelah Anda masuk ke dalam mobil yang terparkir di bawah terik matahari.

Buka semua jendela selama 1-2 menit saat mobil mulai berjalan untuk membuang udara panas yang terperangkap di dalam kabin (teknik flushing). Setelah hawa panas keluar, barulah nyalakan AC dan tutup jendela rapat-rapat.

3. Pengaturan Sirkulasi Udara

Selama kemacetan, gunakan mode recirculation agar AC mendinginkan udara yang sudah ada di dalam kabin secara berulang, sehingga kerja kompresor lebih ringan.

Namun, sesekali ubah ke mode fresh air (udara luar) selama beberapa menit untuk memastikan suplai oksigen baru masuk ke dalam kabin.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya