Berita

Ilustrasi Ketupat (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Makna Hidangan ketupat saat Hari Raya Idul Fitri, Ini Sejarah dan Maknanya

SENIN, 23 MARET 2026 | 17:18 WIB | OLEH: TIFANI

Hari Raya Idul Fitri di Indonesia tak hanya identik dengan momen silaturahmi dan saling memaafkan, tetapi juga sajian kuliner khas yang sarat makna. Salah satu hidangan yang hampir selalu hadir di meja makan saat Lebaran adalah ketupat. 

Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman daun kelapa ini bukan sekadar pelengkap hidangan, melainkan juga simbol filosofi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Keberadaan ketupat dalam tradisi Lebaran memiliki makna mendalam, terutama dalam budaya masyarakat Jawa.

Melansir laman Kementerian Kebudayaan, ketupat atau dalam bahasa Jawa disebut kupatan mulanya merupakan sebuah tradisi agama Hindu dan Buddha. Masyarakat Hindu dan Buddha pada zaman dahulu menggantungkan ketupat agar mendapatkan keberuntungan.


Bentuk ketupat dianggap melambangkan kiblat papat limo pancer. Maknanya, ketupat melambangkan keseimbangan alam dalam empat arah angin utama, yakni timur, selatan, barat, dan utara.

Sunan Kalijaga kemudian mengubah tradisi hidangan ketupat menjadi bernuansa Islami. Sunan Kalijaga menggabungkan budaya lokal dengan ajaran agama Islam agar lebih mudah diterima.

Keempat sisi ketupat kemudian diuubah maknanya untuk melambangkan nafsu manusia yang dikalahkan selama berpuasa. Makna ketupat atau kupat adalah kependekan dari Ngaku Lepat atau Laku Papat.

Ngaku lepat bermakna mengakui kesalahan bagi orang Jawa, sementara laku papat artinya empat tindakan. Keberadaan hidangan ketupat dalam memeriahkan suasana hari raya Idul Fitri bukan hanya bersadarkan sejarah dan filosofis saja. 

Dalam perkembangnnya ketupat berhasil menjadi salah satu simbol solidaritas. Biasanya hidangan ketupat yang sudah selesai dimasak akan dibagikan ke tetangga dan sanak saudara. 

Kebiasaan berbagi ketupat ini rupanya menghasilkan hubungan timbal balik antar manusia. Ketupat terbuat dari daun kelapa yang masih muda atau janur yang dianyam dan diisi beras. 

Beras diaanggap sebagai lambang nafsu manusia, sedangkan janur merupakan singkatan dari bahasa Jawa jatining nur yang bermakna berhati nurani. Nasi yang dililit dengan janur memiliki makna manusia harus mampu menahan hawa nafsu dunia dengan hati nurani yang dimiliki. 

Selain itu, cara pembuatan ketupat juga punya filosofi tersendiri. Anyaman janur menunjukkan kesalahan manusia, lalu bentuk segiempat dari ketupat menyimbolkan kemenangan umat Muslim setelah menjalani puasa selama satu bulan.

Beberapa ketupat juga dibuat menggunakan santan sebagai pengganti air. Dalam bahasa Jawa, santan disebut sebagai santen, yang punya arti pangapunten atau permintaan maaf. Oleh karena itu, penggunaan santan ini juga menjadi simbol permintaan maaf.



Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya