Anggota Gegana Brimob Polda Jawa Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan Noyontaan Gang 8, Kecamatan Pekalongan Timur. (Foto : Polres Pekalongan Kota)
Ledakan petasan saat diracik di Grobogan dan Pekalongan, Jawa Tengah, melukai 10 orang. Satu korban parah, rumah rusak, polisi lakukan penyelidikan.
Malam takbiran yang seharusnya penuh suka cita menjadi derita bagi 10 korban petasan yang ada di Pekalongan dan Grobogan. Mereka terkena ledakan saat meracik petasan.
Peristiwa di Grobogan terjadi Jumat 20 Maret 2026, pukul 16.30 WIB saat korban, M Nur Attamimi (19) meracik petasan yang diduga untuk memeriahkan malam takbiran. Peristiwa itu baru dilaporkan ke polisi pada pukul 23.00 WIB.
Dari informasi yang diperoleh, peristiwa yang terjadi di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan bermula saat korban meracik petasan.
Saat itu dia melubangi petasan dengan paku untuk sumbu petasan. Kemudian ujung petasan ditutup dengan dipukul.
"Selanjutnya korban menutup ujung petasan dengan cara memukul petasan tersebut akhirnya terjadi ledakan," kata Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto dikutip
RMOLJateng, Sabtu 21 Maret 2026.
Suara menggelegar dari mercon itu mengagetkan tetangga. Salah satu tetangga langsung keluar rumah dan menghampiri rumah korban.
Ketika itu korban sudah dalam kondisi terkapar di kamar rumah depan sebelah barat yang terdapat bekas ledakan.
Dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar di area wajah dan leher, luas luka bakar sekitar 4,5 persen. Kemudian ada luka di anggota gerak atas fraktur atau patah, luka lecet di bagian wajah, leher, lengan dan kaki, kemudian luka lebam di kedua mata.
Peristiwa serupa terjadi di Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan sekitar pukul 02.15 WIB dini hari. Ledakan yang terjadi cukup besar hingga merusak rumah yang jadi TKP. Bahkan genteng rumah itu terbang berhamburan.
Ketua RT setempat, Edi Purnomo kepada wartawan mengatakan suara ledakan cukup keras. Saat dia mengecek sumber suara, ada asap dari rumah kosong yang hancur.
"Saya keluar terlihat asap," ujar Edi.
Dia sempat melihat sejumlah orang dengan luka-luka berhamburan keluar. Mereka kemudian ditolong warga.
“Korban kurang lebih ada sembilan orang. Satu orang, mengalami luka parah. Mereka dirawat di RS Siti Khotijah Pekalongan,” ujarnya.
Polisi mendatangi lokasi dan mengamankan 41 selongsong dengan rincian 35 selongsong sudah diisi bubuk mercon dan enam lainnya kosong. Dari keterangan saksi kepada polisi para korban membeli 1,5 kg bubuk petasan.
"Korban 9 orang luka-luka. Kami melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi," kata Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto.