Berita

Mojtaba Khamenei (Foto dari Akun X @ChinaENX)

Global

Iran Klaim Kemenangan, Mojtaba Sebut Musuh Mulai Goyah

SABTU, 21 MARET 2026 | 10:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa negaranya telah memberikan pukulan telak kepada musuh-musuhnya dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. 

Pernyataan itu disampaikan melalui pesan tertulis yang dirilis bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Nowruz, pada Jumat, 20 Maret 2026, waktu setempat.

Dalam pesannya, Khamenei menegaskan bahwa rakyat Iran tetap bersatu menghadapi tekanan dari luar. Ia menyebut persatuan masyarakat menjadi kekuatan utama negara tersebut di tengah konflik yang semakin meluas.


“Rakyat Iran telah memberikan pukulan telak kepada musuh sehingga mereka mulai mengucapkan kata-kata yang kontradiktif dan omong kosong,” tulis Khamenei, dikutip dari France24, Sabtu 21 Maret 2026.

Di tengah pernyataan tersebut, situasi di Iran masih tegang. Beberapa ledakan dilaporkan terdengar di ibu kota Teheran, terutama di wilayah timur dan utara kota. Meski warga tetap merayakan Nowruz dengan berbelanja pakaian baru dan hadiah, suasana tidak seramai biasanya karena banyak orang memilih meninggalkan kota menuju wilayah yang lebih aman.

Ketegangan juga meningkat di Yerusalem. Israel menuduh Iran menargetkan kawasan suci setelah terjadi ledakan di Kota Tua, tidak jauh dari Masjid Al-Aqsa, Tembok Barat, dan Gereja Makam Suci. Ledakan tersebut diduga berasal dari puing rudal Iran, meskipun belum dipastikan apakah rudal itu berhasil dicegat atau apa target sebenarnya.

Perang yang kini memasuki minggu keempat telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan warga mengungsi. Di Lebanon, serangan udara Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, menandakan konflik semakin meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah.

Dampak konflik juga terasa pada pasar energi dunia. Iran dilaporkan hampir menutup Selat Hormuz, jalur vital yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global. Serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Teluk, termasuk di Qatar dan Kuwait, turut menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi dalam jangka panjang.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya