Berita

Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

DPR Buka Kemungkinan Bahas Kalender Global Tunggal Hijriah

KAMIS, 19 MARET 2026 | 23:18 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Komisi VIII DPR membuka kemungkinan pembahasan Kalender Global Tunggal Hijriah (KGHT) sebagai upaya menyatukan perbedaan penentuan awal bulan Islam yang kerap terjadi di Indonesia. 

Menurut Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, gagasan tersebut memungkinkan untuk dibahas lebih lanjut, tidak hanya dalam lingkup negara kawasan seperti MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura), tetapi juga dalam skala global. 

“Saya kira bisa, ya. Saya juga mengusulkan, umpamanya kita katakanlah bersepakat tidak hanya MABIM umpamanya negara-negara kawasan ini, tapi kita ke kalender global, gitu,” kata Marwan kepada wartawan seusai Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis malam, 19 Maret 2026.


Namun demikian, Marwan menegaskan bahwa yang tak kalah penting yaitu kesepakatan dari sisi landasan fikih.

“Saya kira bisa saja. Tetapi bukan hanya sekadar kesepakatan dengan kalender, tetapi landasan fiqhiyah-nya juga harus disepakati. Kalau tidak, tetap saja saya kira akan berbeda pandangannya,” tegas dia.

Selain itu, politikus PKB ini juga menekankan perlunya kesepakatan bersama terkait otoritas penetapan awal Ramadan dan Syawal, dengan pemerintah sebagai pihak yang diberi kewenangan, namun tetap melibatkan berbagai elemen.

“Mungkinkah itu dilakukan? Ya, saya kira mungkin. Harus ada upaya-upaya yang sungguh-sungguh dari kita semua dan Komisi VIII akan mencoba melakukan pendekatan, kita kira-kira apa landasan yang bisa kita sepakati secara bersama-sama,” jelasnya.

Marwan menilai perbedaan penentuan hari besar keagamaan tahun ini terasa lebih mencolok dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu terlihat dari tingginya pertanyaan publik bahkan sebelum sidang isbat digelar.

“Karena memang agak ini, terutama tahun ini dibanding tahun-tahun yang sebelumnya. Hari ini kita belum bersidang, orang sudah banyak bertanya kapan Lebaran, begitu. Nah, saya kira perlu, karena supaya ada kepastian dari masyarakat kita. Dan hari ini saya kira masyarakat menunggu karena berbagai informasi dari berbagai lembaga-lembaga,” demikian Marwan.

Sekadar informasi, ormas Islam Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan termasuk hari besar Islam, telah menggunakan Kalender Global Tunggal Hijriah (KGHT). Sedangkan pemerintah menggunakan kriteria MABIMS.


Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Babak Baru Perang Iran-AS: Apa yang Berbeda?

Selasa, 21 Juli 2026 | 04:40

Telkom AI Connect Dorong Lahirnya Talenta Digital yang Berguna bagi Industri

Selasa, 21 Juli 2026 | 04:20

Daftar Peraih Penghargaan Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Sabet Sepatu Emas

Selasa, 21 Juli 2026 | 04:11

Daftar 6 Negara yang Lolos ke Piala Dunia 2030, Tuan Rumah Otomatis Melaju ke Putaran Final

Selasa, 21 Juli 2026 | 04:00

Pakar Fisika Ulas Konsep Mimpi secara Ilmiah

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:53

Film Hope Na Hong-jin Tembus 1 Juta Penonton dalam 3 Hari, Pecahkan Rekor Box Office Korea 2026

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:53

Jangan Biarkan Indonesia Diceraiberaikan Perang Informasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:33

Tantangan Kembali ke UUD 1945

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:13

TNI-Polri Gagalkan Perdagangan Timah Ilegal Senilai Senilai Ratusan Juta

Selasa, 21 Juli 2026 | 02:55

Gibran Tak di Sebelah Prabowo

Selasa, 21 Juli 2026 | 02:40

Selengkapnya