Berita

Detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras di Senen, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Maret 2026. (Foto: rekamana CCTV)

Hukum

Bivitri Susanti:

Penyiraman Air Keras Andrie KontraS Masuk Percobaan Pembunuhan

KAMIS, 19 MARET 2026 | 16:42 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Serangan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus bukan sekadar tindak kekerasan biasa melainkan masuk kategori percobaan pembunuhan.

Pakar hukum tata negara Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Jentera, Bivitri Susanti menyatakan, pola serangan air keras memiliki tujuan fatal yang tidak bisa diremehkan.

Ia mencontohkan kasus serupa yang pernah terjadi, di mana korban mengalami dampak serius hingga mengancam nyawa.


“Tujuannya memang untuk membunuh, kalau disiram ke muka,” kata Bivitri dikutip redaksi pada Kamis, 19 Maret 2026.

Bivitri mendorong penegak hukum yang menangani kasus pada Kamis, 12 Maret 2026 dengan TKP di Jakarta Pusat ini bisa menggunakan pasal percobaan pembunuhan demi memberi efek jera dan keadilan bagi korban.

Sebab pendekatan hukum yang lemah akan mengaburkan keseriusan kejahatan yang terjadi. 

"Ini bukan sekadar kekerasan," pungkasnya.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Prabowo Cap Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Sebagai Aksi Terorisme

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:16

Motif Penyerang Aktivis KontraS Inisiatif atau Perintah Atasan?

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 Hijriah Jatuh pada 21 Maret 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:51

Pemerintah Siapkan Skema WFH PNS hingga Swasta, Berlaku Usai Idulfitri

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:24

Waspada, Ratusan Suspek Virus Campak Ditemukan di Sumut

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:20

Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Jawa Barat

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:07

Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik Lebaran 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:05

Megawati Curhat ke Prabowo Lawatan di Arab Saudi dan UEA

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:42

MUI: Jangan Paksakan Idulfitri Berbarengan

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:29

MUI Imbau Umat Tunggu Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:41

Selengkapnya