Berita

Representative Image (Foto: Reuters)

Dunia

Iran Hantam Jantung Gas Qatar di Ras Laffan

KAMIS, 19 MARET 2026 | 14:14 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Eskalasi konflik di kawasan Teluk memasuki babak baru setelah Iran melancarkan serangan rudal ke Ras Laffan Industrial City, pusat industri gas utama Qatar, Kamis, 19 Maret 2026. 

Serangan ini menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas energi strategis sekaligus memicu kebakaran besar di kawasan yang menjadi tulang punggung ekspor gas alam cair (LNG) dunia.

Perusahaan energi milik negara, QatarEnergy, menyatakan bahwa serangan tersebut menimbulkan dampak signifikan terhadap fasilitas vital. 


Tim tanggap darurat langsung diterjunkan untuk mengendalikan situasi dan memadamkan kebakaran yang muncul akibat hantaman rudal.

Otoritas Qatar memastikan seluruh kebakaran berhasil dikendalikan pada Kamis pagi dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Namun demikian, sejumlah fasilitas penting, termasuk unit LNG dan pabrik gas-to-liquids Pearl, dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat serangan lanjutan.

Ras Laffan yang terletak sekitar 80 kilometer di utara Doha merupakan pusat industri energi global dan menjadi lokasi operasi berbagai perusahaan internasional, termasuk Shell. 


Shell mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi dampak serangan terhadap asetnya di kawasan tersebut.

"Saat ini kami sedang menilai potensi dampak apa pun terhadap aset yang dioperasikan atau digunakan oleh Shell di Kawasan Industri Ras Laffan dan akan memberikan informasi lebih lanjut pada waktunya," ungkap perusahaan tersebut, seperti dikutip dari Reuters. 

Serangan ini memicu reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang memperingatkan Iran agar tidak kembali menargetkan fasilitas LNG Qatar. 

Ia bahkan mengancam akan menghancurkan seluruh ladang gas South Pars jika serangan serupa terulang.

Qatar sendiri merespons dengan langkah diplomatik tegas dengan mengusir atase militer dan keamanan Iran serta menetapkan mereka sebagai persona non grata. 

Doha juga menyebut serangan tersebut sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional.

Dampak serangan turut dirasakan di kawasan lain. Di Uni Emirat Arab, fasilitas gas di Habshan dan ladang minyak Bab sempat ditutup setelah puing rudal hasil intersepsi jatuh di area tersebut. 

Otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa, meski aktivitas energi sempat terganggu.

Para analis memperingatkan, serangan terhadap Ras Laffan berpotensi memicu gangguan jangka panjang pada pasokan gas global, mengingat Qatar merupakan salah satu eksportir LNG terbesar dunia dengan produksi mencapai puluhan juta ton per tahun.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya