Berita

Peneliti dari Observatorium Bosscha, Yatni Yulianti. (Foto: RMOLJabar)

Nusantara

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

RABU, 18 MARET 2026 | 22:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Peluang terlihatnya hilal penanda awal 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan tidak mudah. Posisi Bulan yang sangat dekat dengan Matahari membuat proses rukyatul hilal pada 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026 menjadi cukup menantang bagi para pengamat.

Peneliti Observatorium Bosscha, Yatni Yulianti menjelaskan, secara astronomis Bulan akan berada sangat dekat dengan Matahari di langit barat saat waktu terbenam.

“Berdasarkan perhitungan astronomi, nilai elongasi geosentri, yakni jarak sudut Bulan terhadap Matahari jika dilihat dari pusat Bumi di wilayah Indonesia berada pada kisaran 4,6 derajat hingga 6,2 derajat dari wilayah timur ke barat,” kata Yatni dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar, Rabu, 18 Maret 2026.


Jika dihitung dari perspektif pengamat di permukaan Bumi atau elongasi toposentrik, jaraknya lebih kecil, yakni berkisar antara 4,0 derajat hingga 5,5 derajat.

Selain itu, ketinggian Bulan saat Matahari terbenam juga relatif rendah. Di wilayah Indonesia bagian barat, posisi hilal diperkirakan hanya berada pada rentang 0 hingga 3 derajat di atas ufuk.

“Kondisi ini menunjukkan Bulan berada sangat dekat dengan Matahari di langit barat dan berada pada ketinggian rendah. Secara astronomis, ini termasuk kondisi yang cukup menantang untuk pengamatan hilal,” jelasnya.

Menurut Yatni, keberhasilan rukyatul hilal tidak hanya ditentukan oleh posisi Bulan, tetapi juga dipengaruhi sejumlah faktor teknis di lapangan. Di antaranya kondisi atmosfer, tingkat kejernihan langit, pengalaman pengamat, hingga metode observasi yang digunakan.

“Keberhasilan pengamatan sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer, transparansi langit, serta pengalaman dan metode pengamatan yang digunakan,” ujarnya.

Untuk memaksimalkan peluang pengamatan, tim Observatorium Bosscha akan melakukan observasi menggunakan teleskop dan perangkat pencitraan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Selain itu, pengamatan juga dilakukan di Observatorium Lhok Nga, Aceh, dengan dukungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Lokasi Aceh dipilih karena posisi Bulan di wilayah tersebut mendekati ambang batas kriteria visibilitas hilal yang digunakan saat ini.

“Lokasi Aceh dinilai strategis untuk menguji kemungkinan keterlihatan hilal secara langsung,” paparnya.

Data hasil pengamatan ini diharapkan dapat membantu memverifikasi batas visibilitas hilal melalui observasi lapangan sekaligus memperkaya basis data astronomi terkait fenomena hilal di Indonesia.

Meski demikian, penetapan resmi awal bulan Hijriah, termasuk 1 Syawal 1447 H, tetap menjadi kewenangan pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia yang dijadwalkan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026.

“Hasil perhitungan dan pengamatan dari Observatorium Bosscha akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penentuan resmi tersebut,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya