Berita

Detik-detik Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal pada Selasa, 12 Maret 2026 malam di Jakarta Pusat. (Foto: tangkapan layar CCTV)

Politik

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

RABU, 18 MARET 2026 | 22:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi III DPR memastikan akan memonitor penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Ketua Komisi III DPR Habiburrokhman mengapresiasi langkah TNI dan Polri yang telah mengungkap peristiwa tersebut, termasuk identitas para pelaku.

“Komisi III DPR mengapresiasi kinerja Polri dan seluruh pihak terkait yang telah mengungkap peristiwa dan identitas para pelaku penyiraman air keras terhadap saudara Andrie Yunus,” ujar Habiburrokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.


Di sisi lain, politikus Partai Gerindra itu meminta aparat TNI dan Polri tetap menjaga sinergi dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

Koordinasi lintas institusi sangat penting agar proses penegakan hukum berjalan transparan dan akuntabel.

“Komisi III DPR mendorong Polri-TNI tetap bersinergi dalam penanganan kasus penyiraman air keras saudara Andrie Yunus dengan memedomani ketentuan Pasal 170 UU 20/2025 tentang KUHAP dalam penanganan perkara ini,” tegasnya.

Dalam perkembangannya, Polri Polri menggunakan metode scientific crime investigation  melalui analisa rekaman CCTV dan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

Hasilnya, Polda Metro Jaya berhasil mengidentifikasi dua inisial terduga eksekutor penyiraman, yaitu BHC dan MAK.

Sementara TNI yang turut terlibat dalam pengusutan kasu tersebut telah menahan empat orang anggota TNI dari Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI yang diduga terlibat.

Keempat anggota yang diduga terlibat adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Kini, Puspom TNI tengah melakukan pendalaman lebih lanjut di Pomdam Jaya untuk mengungkap motif di balik serangan tersebut.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya