Berita

Representative Image (Foto: HRW)

Dunia

Islamofobia AS Makin Menguat Imbas Perang Iran

RABU, 18 MARET 2026 | 16:00 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat mencatat lonjakan tajam Islamofobia di media sosial dan ruang publik sejak perang melawan Iran meletus pada 28 Februari lalu.

Direktur penelitian Centre for the Study of Organised Hate (CSOH), Niala Mohammad mengatakan lonjakan Islamofobia setelah perang AS dengan Iran didorong oleh kombinasi narasi ketakutan masa perang, disinformasi daring yang viral, retorika politik, dan permusuhan anti-Muslim yang sudah ada sejak perang Gaza meletus.

Merujuk pada hasil studi CSOH, konten anti-Muslim di media sosial sebenarnya telah meningkat pesat sejak awal tahun ini.


“Sejak awal tahun 2026, konten berbahaya yang menargetkan umat Muslim di berbagai platform media sosial telah meningkat dengan kecepatan yang mengkhawatirkan," ungkap Mohammad, seperti dikutip dari New Arab, Rabu, 18 Maret 2026. 

Di ranah daring, retorika kebencian diperkuat dengan unggahan ulang. Banyak unggahan media sosial ini merujuk pada Muslim dengan bahasa yang merendahkan martabat manusia, seperti tikus, parasit, hama, dan binatang pengganggu.

"Perkembangan ini telah berkontribusi pada iklim ketakutan dan ketidakamanan bagi komunitas Muslim di seluruh Amerika Serikat," tuturnya.

Retorika politik ikut memperburuk situasi. Presiden Donald Trump dilaporkan menyuruh anggota Kongres Muslim untuk kembali ke negara mereka, sementara Ketua DPR Mike Johnson menyebut agama orang Iran sesat.

Di ranah militer, perang AS di Iran juga dibumbui bahasa religius. Beberapa komandan, menurut keluhan yang diterima Military Freedom Foundation, menyebut perang sebagai bagian dari rencana Tuhan dan akan menyebabkan kehancuran.

Selain perang, kebijakan keras anti-imigran era Trump memperburuk situasi. Larangan bagi warga negara Muslim, razia imigran, dan deportasi non-kriminal memperkuat ketidakamanan komunitas Muslim. 

Direktur Riset dan Advokasi Council on American-Islamic Relations, Corey Saylor, menyampaikan bahwa umat Islam kerap tidak disukai dan sering dijadikan objek uji coba. 

Selain itu, umat Islam kerap ditempatkan dalam kerangka keamanan nasional untuk menimbulkan rasa takut pada masyarakat.

“Ada serangan luas terhadap orang-orang karena cara mereka berpikir, penampilan, dan ibadah mereka, dengan anggapan bahwa mereka tidak pantas berada di sini," ujarnya, menyoroti tren kebencian yang lebih luas terhadap berbagai kelompok di AS.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya