Berita

Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional, Joe Kent (Foto: CNN)

Dunia

Perang Iran Guncang Internal AS, Direktur Kontraterorisme Mundur

SELASA, 17 MARET 2026 | 23:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Keputusan mengejutkan datang dari jantung pemerintahan Amerika Serikat setelah Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional, Joe Kent, memilih mundur di tengah eskalasi perang Washington di Timur Tengah.

Pengunduran diri tersebut disampaikan Kent melalui surat yang diunggah di platform X, Selasa, 17 Maret 2026. Dalam pernyataannya, ia mengaku tidak dapat lagi mendukung kebijakan perang yang sedang berlangsung. 

“Saya tidak bisa ‘dengan hati nurani yang bersih’ mendukung perang yang sedang berlangsung,” kata dia, seperti dikutip dari Al Jazeera. 


Kent menolak keras anggapan bahwa Iran menjadi ancaman langsung bagi AS, seraya menilai Washington justru memicu konflik lebih dulu akibat tekanan dari sekutu Israel.

“Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat,” paparnya.

Dia menyoroti kampanye disinformasi yang digerakkan oleh pejabat Israel dan media Amerika telah menggerus semangat “America First” Trump sekaligus mendorong opini publik ke arah pro-perang.

"Pejabat tinggi Israel dan anggota berpengaruh dari media Amerika melancarkan kampanye disinformasi yang sepenuhnya merusak platform "America First" Anda dan menabur sentimen pro-perang untuk mendorong perang dengan Iran," ungkap Kent.

Lebih jauh, Kent menolak pengiriman pasukan dan senjata baru ke medan tempur dalam konflik yang dinilainya tidak membawa manfaat bagi rakyat AS. 

“Saya tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk berperang dan mati dalam perang yang tidak memberikan manfaat apa pun bagi rakyat Amerika dan tidak membenarkan pengorbanan nyawa warga Amerika," tegasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya