Berita

Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: RMOL/Alifia Ramandhita)

Bisnis

Perang Timteng Bikin Rp18,6 Triliun Modal Asing Kabur dari Indonesia

SELASA, 17 MARET 2026 | 22:24 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran mulai berdampak pada pasar keuangan domestik. Salah satunya terlihat dari derasnya aliran modal asing yang keluar dari Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, arus investasi portofolio pada Maret 2026 tercatat mengalami net outflow atau arus keluar sebesar 1,1 miliar Dolar AS atau sekitar Rp18,6 triliun.

Angka tersebut berbalik dari kondisi Januari 2026 yang masih mencatatkan net inflow sebesar 1,6 miliar Dolar AS.


“Pada Maret 2026 investasi portofolio mencatat net outflow 1,1 miliar Dolar AS dipicu meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global akibat perang di Timur Tengah,” kata Perry dalam konferensi pers virtual, Selasa, 17 Maret 2026.

Menurutnya, gejolak geopolitik tersebut tidak hanya menekan pasar keuangan global, tetapi juga berpotensi melemahkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia serta mendorong kenaikan harga minyak.

Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada neraca eksternal Indonesia, khususnya terhadap defisit transaksi berjalan.

“Menurunnya prospek ekonomi dunia dan naiknya harga minyak global perlu mendapat perhatian karena dapat memperlebar defisit transaksi berjalan menuju batas atas kisaran 0,9-1,1 persen dari PDB,” jelas Perry.

Untuk meredam tekanan eksternal tersebut, Bank Indonesia menilai diperlukan penguatan sinergi kebijakan guna menjaga stabilitas neraca pembayaran sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.

“Dampak memburuknya perekonomian dan pasar keuangan global akibat perang Timur Tengah perlu diantisipasi dan direspons secara tepat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya