Berita

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. (Foto: RMOL)

Nusantara

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

SELASA, 17 MARET 2026 | 18:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyampaikan apresiasi atas penyerahan 26 unit rumah hasil program bedah rumah oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo kepada warga penerima manfaat di kawasan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Program ini merupakan kolaborasi antara Baznas/Bazis DKI Jakarta bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta pihak swasta, yang dinilai sebagai langkah konkret menghadirkan hunian layak, sehat, dan bermartabat bagi warga kurang mampu di Jakarta.

“Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam menjawab persoalan mendasar kota, termasuk penyediaan hunian layak bagi warga. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 17 Maret 2026.


Fahira menilai, program bedah rumah memiliki urgensi yang sangat tinggi di Jakarta, mengingat masih terdapat warga yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni, minim ventilasi dan sanitasi, serta lingkungan yang kurang sehat. 

Melalui program ini, pemerintah dan para pemangku kepentingan menghadirkan solusi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, dampak program ini tidak hanya terbatas pada perbaikan bangunan rumah, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi warga. Hunian yang layak akan meningkatkan kualitas hidup, mendorong produktivitas, serta memperkuat ketahanan keluarga.

“Rumah yang layak adalah fondasi utama kehidupan yang sehat dan produktif. Dari rumah yang baik, lahir keluarga yang kuat dan masyarakat yang lebih berdaya,” kata Senator Jakarta ini.

Namun demikian, Senator Jakarta itu juga menyampaikan lima harapan agar program ini dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan berdampak lebih luas.

Pertama, memastikan validitas dan integrasi data penerima manfaat agar program tepat sasaran dan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan. Kedua, memperkuat kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan, tidak hanya dalam pembangunan, tetapi juga dalam pengawasan dan evaluasi program.

Ketiga, mendorong pemberdayaan masyarakat dalam proses pembangunan, termasuk melibatkan warga setempat agar tumbuh rasa memiliki serta meningkatkan efisiensi pelaksanaan.

Keempat, mengintegrasikan program bedah rumah dengan penataan kawasan permukiman secara menyeluruh, sehingga dampaknya tidak parsial tetapi sistemik.

Kelima, memastikan keberlanjutan program melalui skema pendanaan yang inovatif, transparan, dan akuntabel, termasuk optimalisasi dana sosial dan kemitraan dengan berbagai pihak.

Fahira menjelaskan bahwa program bedah rumah harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia dan kota. Jakarta sebagai kota global tidak hanya diukur dari pembangunan fisik yang megah, tetapi dari seberapa layak dan manusiawi kehidupan warganya.

Ia berharap program kolaboratif ini dapat menjadi model yang terus dikembangkan dan direplikasi, sehingga mempercepat terwujudnya Jakarta sebagai kota yang inklusif, berkeadilan, dan berdaya saing.

“Program seperti ini harus terus diperluas agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya. Semoga semakin banyak kolaborasi seperti ini yang hadir, sehingga tidak ada lagi warga Jakarta yang tinggal di rumah yang tidak layak huni,” pungkas Fahira Idris.

Baznas Bazis DKI Jakarta menargetkan program bedah rumah akan dilaksanakan secara bertahap dengan total target sebanyak 633 unit sepanjang tahun 2026. Warga kurang mampu dengan kondisi rusak parah berhak menerima bantuan program bedah rumah.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya