Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung pengaturan lalu lintas arus mudik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026 di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Setwapres)
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung pengaturan lalu lintas arus mudik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026 di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 17 Maret 2026.
Kunjungan ini sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan kesiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode mudik Lebaran,
Wapres menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Jasa Marga atas dedikasi dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
“Rekan-rekan, tetap waspada dan berhati-hati dalam perjalanan mudik, mengingat kondisi lalu lintas yang padat. Saya melihat laporan yang disampaikan sudah cukup lengkap dan persiapan telah dilakukan dengan matang. Diperkirakan puncak arus akan terjadi dalam waktu dekat, sehingga kewaspadaan harus terus dijaga. Terima kasih atas kerja keras seluruh petugas di lapangan,” kata Gibran.
Pada kesempatan ini, Dia juga menerima paparan kondisi lalu lintas dan strategi pengelolaan arus mudik di sejumlah titik utama. Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti memaparkan kondisi arus mudik periode H-10 hingga H-5 Lebaran 2026.
Berdasarkan pantauan melalui JMTC, realisasi lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek pada pada Rabu, 11 Maret hingga Senin, 16 Maret 2026 mencapai 990.506 kendaraan atau meningkat 13,6 persen dibandingkan normal.
"Puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 (H-3) dengan volume mencapai sekitar 259 ribu kendaraan. Hingga saat ini, volume lalu lintas yang telah melintas mencapai 28,1 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan selama periode 11–31 Maret 2026,” ujar Fitri.
Direktur Pengembangan Usaha Ari Respati menambahkan, Jasa Marga telah mengoperasikan jalur fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan mempersiapkan jalur alternatif untuk arus balik.
“Kemudian untuk mendukung kelancaran arus balik, Jasa Marga juga telah mempersiapkan pengoperasian jalur fungsional Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan sebagai alternatif distribusi lalu lintas,” jelas Ari.
Peninjauan dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama petugas di lapangan guna memastikan kesiapan operasional berjalan optimal di berbagai titik.
Sebagai bagian dari transformasi layanan digital, Jasa Marga terus mengembangkan JMTC sebagai pusat kendali lalu lintas berbasis teknologi yang terintegrasi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan dan sistem pemantauan real time untuk mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.
Sebelum meninggalkan lokasi, Wapres juga meninjau ruang siaran Radio Travoy FM sebagai sarana penyampaian informasi lalu lintas kepada masyarakat.
Melalui penguatan teknologi dan koordinasi lintas pemangku kepentingan, pemerintah terus mendorong optimalisasi pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan berkeselamatan.