Berita

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim (Foto: Dokumen Pribadi)

Dunia

MUI Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa untuk Muslim Palestina di Bulan Ramadan

SELASA, 17 MARET 2026 | 15:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras kebijakan Israel menutup akses ibadah umat Islam di Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadan. 

Kecaman tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2026.

Sudarnoto mengatakan, Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu situs suci terpenting bagi umat Islam dunia yang berada di wilayah Palestina yang diduduki. 


Karena itu, segala bentuk pembatasan hingga pelarangan ibadah dinilai tidak memiliki legitimasi hukum dan menjadi bagian dari praktik penindasan terhadap rakyat Palestina.

“Terkait dengan penutupan Masjid al Aqso dan pelarangan ibadah bagi umat Islam, saya mengecam keras tindakan otoritas pendudukan Israel ini," tegasnya kepada RMOL.

Menurut Sudarnoto, kebijakan Israel melanggar berbagai instrumen hukum internasional, termasuk kebebasan beragama yang dijamin dalam Deklarasi Universal HAM serta Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik. 

Selain itu, tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan Konvensi Jenewa Keempat 1949 yang mewajibkan perlindungan terhadap tempat ibadah di wilayah pendudukan, serta berbagai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait status Yerusalem Timur.

“Tindakan Israel tersebut menunjukkan sikap yang tidak menghormati nilai-nilai kemanusiaan universal, merusak kehidupan beragama, serta memperlihatkan pola kebijakan yang semakin represif terhadap umat Islam di Palestina,” lanjut Sudarnoto.

Lebih lanjut, MUI mendorong PBB untuk mengambil langkah tegas dalam melindungi tempat-tempat suci dan menghentikan pelanggaran hukum internasional oleh Israel. 

"Perjuangan membela Masjid Al-Aqsha dan kemerdekaan Palestina bukan hanya persoalan umat Islam semata, tetapi merupakan bagian dari perjuangan universal untuk menegakkan keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian dunia," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya