Berita

Ilustrasi Musim Kemarau (Sumber: Freepik)

Politik

Prediksi BMKG Jadi Alarm

Pemerintah Diminta Antisipasi Kemarau Ekstrem

SELASA, 17 MARET 2026 | 13:22 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah didesak segera mengambil langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan ekstrem tahun ini. Kekhawatiran utama adalah potensi gagal panen yang dapat mengancam produksi beras nasional.

"Kita tidak bisa menganggap sepele ancaman musim kemarau yang berpotensi memicu cuaca panas ekstrem dan kekeringan. Pemerintah harus menyiapkan langkah antisipasi secara terukur dan terencana agar petani tidak mengalami gagal panen," tegas Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Rina Saadah, Selasa, 17 Maret 2026.

Peringatan ini disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai awal musim kemarau tahun ini. BMKG memproyeksikan sebanyak 325 zona musim atau sekitar 46,5 persen wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau lebih awal. Musim kemarau kali ini berpotensi berlangsung lebih lama dan lebih kering dari kondisi normal.


Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Timur, hingga Papua Pegunungan. Selain itu, 114 zona musim lainnya diprediksi akan memasuki musim kemarau pada periode April mendatang.

Menurut Rina, prediksi BMKG tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah. Sektor pertanian, khususnya produksi padi, sangat rentan terhadap ketersediaan air. Ia menekankan pentingnya mitigasi terstruktur agar pasokan air untuk lahan pertanian tetap terjaga.

"Langkah-langkah mitigasi harus dilakukan sejak sekarang. Jangan sampai ketika kemarau sudah berlangsung lama, pemerintah baru bergerak. Jika banyak sawah mengalami kekeringan dan gagal panen, dampaknya tentu akan terasa pada produksi beras nasional," ujarnya.

Politisi PKB itu meminta pemerintah segera memperbaiki dan memastikan fungsi sistem irigasi pertanian berjalan optimal. Selain itu, ia mendorong penyediaan pompa air bagi petani, optimalisasi embung dan waduk pertanian, percepatan perbaikan jaringan irigasi yang rusak, serta penyesuaian pola tanam di daerah rawan kekeringan.

Rina juga mendesak Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah untuk segera memetakan wilayah rawan kekeringan. Dengan pemetaan yang akurat, bantuan dan intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

"Antisipasi sejak dini sangat penting agar musim kemarau tidak berdampak besar terhadap ketahanan pangan nasional," pungkasnya.     

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya