Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Wall Street Kompak Hijau Berkat Lonjakan Saham AI

SELASA, 17 MARET 2026 | 08:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Amerika Serikat (AS) menguat didorong oleh kembali diminatinya saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI), di tengah turunnya harga minyak serta masih berlangsungnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Dikutip dari Reuters, Selasa 17 Maret 2026, pada penutupan perdagangan Senin indeks S&P 500 naik 1,01 persen menjadi 6.699,38, mencatat kenaikan harian terbesar dalam lebih dari sebulan. Sementara Nasdaq Composite menguat 1,22 persen ke 22.374,18, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,83 persen menjadi 46.946,41.

Kenaikan pasar dipimpin oleh saham-saham teknologi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan. Saham Meta Platforms melonjak sekitar 2,3 persen setelah laporan menyebut perusahaan itu berencana memangkas setidaknya 20 persen tenaga kerja. Langkah tersebut disebut sebagai upaya menekan biaya sekaligus membiayai investasi besar dalam infrastruktur AI.


Saham produsen chip AI Nvidia juga naik 1,6 persen setelah CEO Jensen Huang memperkenalkan komponen baru dalam konferensi pengembang tahunan perusahaan.

Perusahaan teknologi lain ikut terdorong. Saham Tesla naik 1,1 persen setelah CEO Elon Musk mengatakan proyek Terafab untuk produksi chip AI akan diluncurkan dalam tujuh hari. Sementara Micron Technology melonjak 3,7 persen setelah mengumumkan rencana pembangunan fasilitas manufaktur chip kedua di Taiwan.

Di luar sektor teknologi, beberapa saham juga menguat karena faktor lain. Saham maskapai Delta Air Lines naik 3,5 persen, sedangkan operator kapal pesiar Norwegian Cruise Line Holdings melonjak 5,1 perssn, didorong turunnya harga minyak yang mengurangi biaya operasional. Sementara itu, peritel diskon Dollar Tree melesat 6,4 persen setelah memberi sinyal bisa mendapat keuntungan dari kebijakan tarif yang lebih menguntungkan.

Pasar juga mendapat sedikit dukungan dari turunnya harga minyak setelah AS menyatakan tidak mempermasalahkan beberapa kapal Iran, India, dan China yang melintasi Selat Hormuz.

“Anda mendapat kabar bahwa kapal tanker minyak Iran sedang atau akan segera melewati Selat Hormuz, yang merupakan hal positif bagi stabilitas ekonomi global," kataa kepala strategi ekuitas di US Bank Wealth Management, Terry Sandven.

Namun Sandven menegaskan bahwa ketidakpastian masih besar.
“Secara keseluruhan, jalan ke depan penuh dengan liku-liku. Tidak ada kejelasan kapan konflik ini kemungkinan akan berakhir," ujarnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya