Berita

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo alias Bang Foke (tengah) bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Foto: Dokumentasi MKB)

Nusantara

Majelis Kaum Betawi Gelar Tradisi ‘Andilan Potong Kebo’ Jelang Lebaran

SELASA, 17 MARET 2026 | 03:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Majelis Kaum Betawi (MKB) kembali menggelar kegiatan Andilan Kebo salah tradisi masyarakat Betawi menyambut hari raya Idulfitri atau Lebaran. Kegiatan ini diinisiasi Bang Marullah Matali pada tahun 2025 yang dihadiri Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Rano Karno di Ragunan, Jakarta Selatan.  

Pada tahun 2026 ini, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo alias Bang Foke mendorong tradisi masyarakat Betawi agar dilaksanakan kembali MKB untuk kedua kalinya dan harus terus dilestarikan. 

Kegiatan Andilan Potong Kebo akan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang dilaksanakan di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Rabu, 18 Maret 2026.
 

 
Panitia acara, M. Ichwan Ridwan atau Bang Boim menyebut bahwa Andilan Kebo tahun 2026 ini merupakan bentuk pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat Betawi setiap menjelang Idulfitri.

"Ini merupakan upaya MKB dalam mewarisi budaya orang-orang tua kita yang selalu bergotong royong dan berkolaborasi dalam merayakan Idulfitri sejak dulu," ungkap Bang Boim dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin malam, 16 Maret 2026.

"Tiap tahun baik dalam lingkungan kampung ataupun jama'ah majelis ta'lim selalu melakukan urunan, patungan, andilan ataupun engkowan. Setiap orang dikenakan iuran setiap bulan untuk berpatungan membeli seekor kerbau yang akan dipotong beberapa hari menjelang lebaran. Dan tiap orang peserta atau anggota yang ikut andilan atau patungan akan mendapatkan daging, jeroan dan lain-lain secara proporsional sesuai nilai andilannya," tambahnya.

Lanjut dia, andilan ini mengajarkan kita untuk selalu berkolaborasi dalam menyelesaikan hal-hal di dalam kemasyarakatan termasuk penyediaan daging kerbau untuk dikonsumsi sebagai hidangan saat lebaran. 

“Hal-hal sederhana inilah yang membuat orang Betawi selalu kompak dan guyub dalam menghadapi berbagai persoalan di Jakarta. Dan setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan kontribusi yang diberikannya. Ini menunjukkan prinsip keadilan," jelasnya.

Menurut dia, andilan bukan sekadar memotong kerbau dan bagi-bagi daging, tetapi sarat makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat betawi. 

Selanjutnya Sekretaris Panitia Pelaksana, Muhidin Muchtar menambahkan bahwa selain kolaborasi, andilan juga mengajarkan sikap toleransi antar umat beragama.

"Sejak dulu orang Betawi kagak makan daging sapi tetapi daging kebo. Karena dulu saat Betawi masih Sunda Kelapa, masih banyak penganut agama Hindu. Nenek moyang orang Betawi yang telah beragama Islam tidak mau menyinggung perasaan saudaranya yang beragama Hindu yang mensucikan hewan sapi. Maka dipilihlah kerbau sebagai hewan yang disembelih saat perayaan Lebaran Idulfitri di tanah Betawi," jelas Muhidin.

"Ini mengajarkan keluhuran budi orang Betawi yang sangat menjaga toleransi dan moderasi dalam beragama. Nilai-nilai ini menjadi penting bagi generasi muda Betawi saat ini untuk terus menjaga Jakarta yang majemuk agar tetap kondusif, aman dan toleran," pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya