Berita

Kebersamaan Menteri Koperasi, Ferry Juliantono dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Dekopinwil Jabar Didorong Jadi Motor Operasional Kopdes Merah Putih

SENIN, 16 MARET 2026 | 22:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dikukuhkannya Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat dan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) se-Jawa Barat masa bakti 2025 menjadi tonggak penting konsolidasi gerakan koperasi di Jawa Barat terutama dalam mendukung program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto yaitu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. 

Keberadaan Dekopinwil dan Dekopinda Jawa Barat dapat menjadi salah satu motor utama dalam rangka memastikan program Kopdes/Kel Merah Putih beroperasi dengan baik dan lancar.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, menegaskan bahwa solidaritas organisasi Dewan Koperasi Nasonal (Dekopin) kini membuka jalan bagi percepatan operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih. 


Dengan kelembagaan yang sudah solid maka tidak ada lagi tarik ulur kepentingan yang dapat membiaskan tujuan utama dalam rangka mengembangkan gerakan koperasi secara nasional.

“Alhamdulillah, Dekopin sekarang sudah nyatu. Pelan-pelan kita harus jadikan Dekopin sebagai satu-satunya gerakan koperasi yang harus kita dukung dan kembangkan,” ujar Menkop Ferry Juliantono dalam sambutannya pada acara pelantikan Kepengurusan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat Masa Bakti 2025 di Gedung Sate, Bandung pada Senin, 16 Maret 2026.

Turut Hadir Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Ketua Umum Dekopin Bambang Haryadi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna, dan Ketua Dekopinwil Jawa Barat Yuke Septina dan Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Harmonisasi dan Kolaborasi Wahyono Suparno.

Dalam pengarahannya Menkop Ferry menyampaikan bahwa koperasi harus menjadi alat perjuangan ekonomi rakyat yang memperkuat posisi tawar anggota, memotong rantai pasok, dan memastikan nilai tambah kembali kepada anggota, khususnya di sektor produksi. 

Untuk itu diperlukan sinergi dan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk dengan Dekopinwil untuk memperkuat manajemen, pembiayaan, kemitraan pasar, dan distribusi agar koperasi bisa menjadi solusi nyata bagi kesejahteraan masarakat.

Ia menekankan peran strategis Dekopinwil Jawa Barat sebagai konsolidator gerakan koperasi. Menurutnya, penguatan koperasi produksi dari sisi manajemen, akses pembiayaan, kemitraan pasar, hingga standarisasi kualitas produk menjadi kunci agar koperasi memiliki basis ekonomi yang kokoh. 

Ia menambahkan, konsolidasi gerakan koperasi di Jawa Barat harus diarahkan pada dukungan dalam upaya percepatan operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih. Di sisi lain, Kementerian Koperasi (Kemenkop) tengah berupaya untuk mengajukan anggaran tambahan kepada pemerintah guna mendukung program kerja dari Dekopin.

“Kita ingin bangun ekosistem dari kopdes berupa pusat distribusi untuk suplai barang-barang, sekaligus memberi kesempatan bagi produk UMKM Jawa Barat masuk ke gerai kopdes,” katanya.

Ia menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap kurasi, inkubasi, dan pembiayaan produk koperasi maupun UMKM agar dapat diprioritaskan dalam jaringan distribusi koperasi desa. Momentum bersatunya organisasi koperasi nasional yaitu Dekopin sebagai kesempatan emas mempercepat konsolidasi gerakan. 

“Koperasi bukan lagi sekadar alternatif, tetapi harus menjadi pilihan utama model usaha masyarakat,” tegasnya.

Ferry mendorong anggota koperasi di bawah naungan Dekopin untuk aktif mengembangkan Kopdes/Kel Merah Putih di wilayah masing-masing. Hal ini diyakini mampu mengoptimalkan potensi ekonomi riil daerah secara terstruktur dan berkelanjutan.

Ia menyoroti potensi besar Jawa Barat di sektor pertanian, hortikultura, perikanan, peternakan, hingga industri kreatif. Jika koperasi produksi diperkuat dan terhubung dengan sistem distribusi efisien, nilai tambah akan berputar di antara anggota koperasi sendiri.

“Momentum kegiatan ini harus kita jadikan langkah konkret memperkuat koperasi teras gerakan koperasi seperti Dekopin untuk masuk sektor produksi,” ujarnya.

Menkop Ferry kembali menegaskan pentingnya kolaborasi intensif antara pemerintah dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan gerakan koperasi untuk memastikan keberhasilan operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih. Dengan konsolidasi yang solid, ia optimistis koperasi akan menjadi arus utama penggerak ekonomi rakyat di Jawa Barat.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyambut baik langkah penguatan koperasi khususnya di Jawa Barat melalui pelantikan Dekopinwil Se Jawa Barat. Gerakan Koperasi menjadi salah satu "bahan bakar" utama dalam upaya mendorong koperasi menjadi soko guru perekonomian nasional.

Dedi memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berupaya maksimal untuk kelancaran operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih di wilayahnya dengan meningkatkan sinergi bersama Dekopinwil. 

Ia juga mengapresiasi dan sekaligus bangga dengan inisiatif Kementerian Koperasi (Kemenkop) yang ingin menjadikan Ikopin University (Universitas Koperasi Indonesia) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang berwenang mencetak kader dan SDM yang unggul di bidang koperasi. 

"Yang paling penting dari acara ini adalah kabar gembira, Ikopin akan melakukan pembenahan menjadi perguruan tinggi berkualifikasi,” ujarnya.

Menurut Dedi, keberadaan Ikopin yang berlokasi di Jawa Barat akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Ia menilai pembenahan ini akan memperkuat posisi Jawa Barat sebagai pusat pendidikan koperasi.

“Mudah-mudahan nanti juga kita bersama-sama dapat kembali menghidupkan bank koperasi sehingga koperasi dapat memiliki Bank lagi," katanya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya