Berita

PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: AFP)

Global

Israel Lanjut Perang Lawan Iran Tiga Minggu ke Depan

SENIN, 16 MARET 2026 | 16:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Konflik antara Israel dan Iran diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. 

Juru bicara militer Israel, Effie Defrin menyatakan bahwa operasi militernya terhadap Iran telah direncanakan untuk berlanjut setidaknya tiga minggu lagi. 

Menurutnya operasi militer Israel masih jauh dari selesai, karena ada ribuan target yang masih menjadi sasaran serangan.


“Kita memiliki ribuan target di depan,” kata Defrin dalam wawancara dengan CNN, seperti dikutip Senin, 16 Maret 2026.

Ia juga menyebutkan bahwa rencana operasi militer tersebut disusun bersama sekutu utama mereka, yakni Amerika Serikat, dan diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga perayaan Passover Yahudi atau tiga Minggu mendatang. 

“Kami siap, berkoordinasi dengan sekutu AS kami, dengan rencana setidaknya hingga hari raya Paskah Yahudi, sekitar tiga minggu dari sekarang. Dan kami memiliki rencana yang lebih mendalam bahkan untuk tiga minggu setelah itu,” tambah Defrin.

Menurut Defrin, militer Israel tidak menetapkan batas waktu pasti untuk menghentikan operasi tersebut. Ia menegaskan bahwa tujuan utama serangan adalah melemahkan kepemimpinan Iran secara signifikan. 

Konflik semakin meluas setelah kelompok militan Lebanon, Hezbollah, ikut terlibat dalam pertempuran menyusul serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran. Defrin menyebut situasi kali ini berbeda dengan konflik singkat tahun lalu. 

“Pada bulan Juni, mereka memahami bahwa ini adalah kampanye terbatas di Iran, jadi mereka tidak menyerang. Sekarang setelah semuanya terungkap, mereka ikut serta,” kata Defrin.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama ke Iran pada 28 Februari lalu. 

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah negara lain di kawasan, sementara pertempuran juga meluas ke Lebanon. 

Sejak 2 Maret, serangan lintas perbatasan antara Israel dan Hezbollah dilaporkan telah menewaskan lebih dari 800 orang dan melukai lebih dari 2.000 lainnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya