Berita

Ilustrasi pengisian BBM di Amerika Serikat. (Foto: Shutterstock)

Dunia

Harga Bensin di AS Naik 24 Persen Gegara Perang Iran-Israel

SENIN, 16 MARET 2026 | 16:19 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Konflik geopolitik yang melibatkan Iran-Israel mulai berdampak langsung pada harga energi di Amerika Serikat (AS). Harga bensin di negara tersebut dilaporkan melonjak 24 persen dalam beberapa pekan terakhir.

Rata-rata harga bensin nasional kini mencapai 3,70 dolar AS per galon, atau naik dibandingkan sebelum perang pecah pada 28 Februari lalu di kisaran 2,98 dolar AS.

Berdasarkan data American Automobile Association (AAA), harga bahan bakar di AS meningkat cepat seiring gangguan pada pasokan energi global yang berasal dari kawasan tersebut.


Pergerakan harga minyak dalam sepekan terakhir menunjukkan tren penguatan. Pada penutupan perdagangan Jumat 13 Maret 2026, minyak Brent naik 2,67 persen dan berakhir di level 103,14 dolar AS per barel. 

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 3,11 persen menjadi 98,71 dolar AS per barel.

Mengutip CNN pada Senin,16 Maret 2026, kenaikan harga energi dipicu terganggunya distribusi minyak global, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz. Sekitar seperlima aliran minyak mentah dunia melintasi jalur pelayaran sempit tersebut.

Sejak konflik meletus, aktivitas kapal tanker di kawasan itu dilaporkan banyak tertahan, termasuk Indonesia. Situasi ini disebut menghambat pengiriman minyak dari sejumlah negara produsen utama di Timur Tengah.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat berjanji akan menekan harga bahan bakar sebagai bagian dari agenda ekonominya. Pemerintah AS juga meyakini bahwa perang akan berhenti dalam waktu dekat. Namun, Iran mengatakan perang tersebut belum berakhir.

Di sisi lain, lonjakan harga energi berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap perekonomian. Ongkos transportasi yang meningkat dapat mendorong kenaikan harga bahan pangan karena biaya distribusi dan harga pupuk ikut terdongkrak.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya