Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Prabowo Ungkap Keraguan Iran Berunding dengan AS usai Ditipu Dua Kali

SENIN, 16 MARET 2026 | 15:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Iran kini bersikap sangat berhati-hati untuk kembali membuka perundingan dengan Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. 

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News, Prabowo menyebut para pejabat Iran ragu kembali ke meja perundingan karena merasa sebelumnya telah dua kali ditipu ketika menempuh proses negosiasi.   

“Baru-baru ini, warga Iran mengatakan kepada saya bahwa mereka waspada untuk melakukan negosiasi dengan AS karena mereka merasa pada dasarnya mereka telah ditipu dua kali,” ujarnya, seperti dikutip pada Senin, 16 Maret 2026. 


Prabowo menilai posisi Iran saat ini berada dalam situasi perang yang tidak seimbang. Dalam konflik semacam itu, negara yang berada di bawah tekanan militer besar cenderung hanya berfokus pada upaya bertahan.

“Dalam perang asimetris, mereka benar-benar hanya perlu bertahan hidup,” kata Prabowo.

Ketegangan kawasan meningkat setelah Oman memediasi perundingan nuklir terbaru antara Tehran dan Washington terkait isu Iran. 

Namun proses tersebut runtuh setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang kemudian memicu aksi balasan berupa serangan drone dan rudal ke sejumlah target di kawasan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya