Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo Yakin Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen, Kecuali Ada Krisis Besar

SENIN, 16 MARET 2026 | 13:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa defisit APBN RI akan tetap terjaga di bawah batas 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam wawancara dengan Bloomberg News yang dipublikasikan pada Minggu, 15 Maret 2026.

Dalam wawancara tersebut, ia menegaskan kebijakan fiskal pemerintah tetap disiplin meski dunia sedang diwarnai gejolak geopolitik dan ketidakpastian harga energi.


Menurutnya, pemerintah tidak memiliki rencana untuk melonggarkan batas defisit 3 persen yang telah ditetapkan dalam undang-undang, kecuali jika negara menghadapi krisis besar.

“Kecuali jika terjadi keadaan darurat yang sangat besar seperti Covid,” ujar Prabowo.

Kendati demikian, Prabowo mengakui pemerintah tetap mewaspadai dampak lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah, termasuk perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. 

Ia menyebut kondisi akan menjadi semakin menantang jika harga minyak bertahan di atas 120 dolar AS per barel dalam waktu lama.

Meski begitu, pemerintah berupaya menghindari kenaikan harga bahan bakar dalam negeri. Namun, Prabowo mengakui langkah tersebut tidak akan mudah apabila lonjakan harga minyak global berlangsung berkepanjangan.

“Itu akan sangat sulit," kata Prabowo mengenai tantangan menjaga stabilitas harga bahan bakar jika harga minyak dunia terus meroket.

Selain itu, Prabowo juga menegaskan pemerintah akan secara bertahap mengurangi ketergantungan pada subsidi bahan bakar dan menggantinya dengan pengembangan energi terbarukan, terutama tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt dalam beberapa tahun ke depan.

“Kita tidak bisa bertahan hidup dengan subsidi dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya