Berita

Ilustrasi/Net.

Kesehatan

Tips Menjaga Kesehatan Tubuh saat Cuaca Panas Menyengat

SENIN, 16 MARET 2026 | 12:40 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Gelombang panas akhir-akhir ini bukan sekadar ketidaknyamanan beraktivitas, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan tubuh.

Saat cuaca panas menyengat melanda berbagai wilayah, termasuk di Jakarta dan sekitarnya. Fenomena ini memaksa kita untuk lebih waspada dan proaktif dalam melindungi diri.

Cuaca yang sangat terik tidak hanya memicu produksi keringat berlebih, tetapi juga berpotensi menguras cadangan cairan vital dan memicu kegagalan organ jika diabaikan.


Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati kedaruratan medis. Berikut adalah langkah taktis yang harus Anda terapkan sehari-hari:

1. Hidrasi Optimal dan Keseimbangan Elektrolit

Kunci utama bertahan di cuaca panas adalah mencegah dehidrasi. Air menyumbang sekitar 60% dari berat badan manusia dan sangat krusial untuk fungsi organ dasar.

Saat Anda berkeringat deras, Anda tidak hanya kehilangan air, tetapi juga elektrolit penting seperti natrium dan kalium yang mengatur fungsi saraf dan otot.

Sebuah tinjauan medis komprehensif menegaskan bahwa penurunan cairan tubuh sekecil 2% saja sudah cukup untuk memicu penurunan fungsi kognitif, kewaspadaan, dan performa fisik secara signifikan.

Konsumsilah air mineral secara berkala setiap 15-20 menit sekali saat berada di luar ruangan tanpa menunggu sensasi haus muncul.

2. Pemilihan Pakaian dan Perlindungan UV


Gunakan pakaian berbahan katun atau linen yang longgar, ringan, dan berwarna terang untuk merefleksikan cahaya matahari. Hindari bahan sintetis tebal yang cenderung memerangkap hawa panas di kulit.

Selain itu, paparan radiasi ultraviolet dapat menyebabkan luka bakar matahari (sunburn). Kondisi ini secara medis merusak kelenjar keringat dan memperburuk kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri.

Oleh karena itu, perlindungan UV melalui penggunaan tabir surya broad-spectrum (minimal SPF 30), topi bertepi lebar, dan kacamata hitam adalah tameng wajib sebelum Anda keluar rumah.

3. Manajemen Aktivitas Fisik

Hindari paparan sinar matahari langsung pada "jam puncak" (antara pukul 10.00 hingga 15.00). Jika Anda rutin berolahraga atau bekerja di luar ruangan, geser jadwal tersebut ke pagi buta atau sore hari setelah matahari terbenam guna menghindari stres termal berlebih pada sistem organ.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya