Berita

Kepadatan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk Bali. (Foto: Dokumentasi ASDP)

Politik

Kemacetan Horor di Gilimanuk Alarm Evaluasi Sistem Mudik

SENIN, 16 MARET 2026 | 09:25 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian Perhubungan bersama lembaga terkait didesak segera mengambil langkah cepat dan konkret untuk mengurai kemacetan parah yang terjadi di jalur Denpasar–Gilimanuk, Bali.

Kemacetan panjang dilaporkan terjadi pada arus mudik hari ini dengan antrean kendaraan yang mengular hingga sekitar 45–50 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk. Kondisi tersebut membuat ribuan pemudik harus menunggu berjam-jam di jalan tanpa kepastian waktu penyeberangan.

Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko menilai situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan hak masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.


“Kemacetan hingga puluhan kilometer ini menunjukkan perlunya langkah penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan terukur. Negara harus hadir memastikan para pemudik bisa melakukan perjalanan dengan aman dan manusiawi,” tegas Sudjatmiko dalam keterangannya, Senin, 16 Maret 2026.

Ia meminta Kementerian Perhubungan, kepolisian, PT ASDP Indonesia Ferry, serta pemerintah daerah segera memperkuat koordinasi untuk melakukan rekayasa lalu lintas dan penguatan manajemen penyeberangan agar antrean kendaraan dapat segera terurai.

Menurutnya, koordinasi dengan operator penyeberangan harus menjadi prioritas agar kapasitas layanan bisa segera ditingkatkan sesuai lonjakan kendaraan.

“Koordinasi dengan ASDP harus diperkuat. Jika memang diperlukan penambahan armada ferry untuk mempercepat proses penyeberangan, maka langkah itu harus segera dilakukan secepatnya. Jangan menunggu antrean makin panjang dan masyarakat semakin lama terjebak di jalan,” ujarnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mendorong penerapan manajemen antrean yang lebih tertib dan transparan, termasuk pemanfaatan teknologi informasi untuk memantau kepadatan kendaraan secara real time sehingga masyarakat bisa memperoleh informasi perjalanan yang akurat.

“Lonjakan kendaraan saat mudik sebenarnya bisa diprediksi sejak awal. Karena itu kesiapan armada, pengaturan jadwal penyeberangan, serta rekayasa arus kendaraan harus dipastikan berjalan maksimal,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar persoalan kemacetan horor di jalur strategis seperti Denpasar–Gilimanuk tidak terus berulang setiap musim mudik.

“Kita ingin sistem transportasi yang lebih siap dan responsif. Jangan sampai setiap tahun masyarakat menghadapi persoalan yang sama. Pemerintah harus memastikan mudik berlangsung aman, lancar, dan manusiawi,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya