Berita

Ilustrasi (Foto: Airasia.com)

Bisnis

CMPP Catat Rugi Bersih Rp1,3 Triliun pada 2025

SENIN, 16 MARET 2026 | 08:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) menutup tahun buku 2025 dengan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,3 triliun. Angka tersebut menyebabkan akumulasi defisit perseroan per 31 Desember 2025 membengkak menjadi Rp17,14 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 8,2 persen secara year-on-year dibandingkan posisi akhir 2024 yang berada di angka Rp15,84 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan emiten yang berada di bawah kendali AirAsia Aviation Group Limited ini, pendapatan usaha tercatat sebesar Rp7,87 triliun. 

Perolehan tersebut menunjukkan penurunan tipis sebesar 0,9 persen jika dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama di tahun 2024 yang mencapai Rp7,94 triliun. Di sisi lain, perseroan berhasil menekan total beban usaha hingga 2,5 persen menjadi Rp8,52 triliun, sehingga rugi usaha pada 2025 tercatat sebesar Rp644,59 miliar atau membaik 18,4 persen dibandingkan rugi usaha tahun sebelumnya yang mencapai Rp790,39 miliar.


Dalam keterbukaan informasi di laman BEI yang dikutip Senin 16 Maret 2026, sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, AirAsia menderita rugi sebelum beban pajak penghasilan senilai Rp1,29 triliun. Jumlah ini sebenarnya menunjukkan penyusutan kerugian sebesar 15,2 persen dibandingkan rugi sebelum pajak pada 2024 yang mencapai Rp1,52 triliun. 

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan tahun 2025 sebesar Rp3,42 miliar, rugi tahun berjalan CMPP terkoreksi menjadi Rp1,29 triliun. Sementara itu, rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp1,3 triliun, menurun 15 persen dibandingkan rugi bersih tahun 2024 yang sebesar Rp1,53 triliun.

Kondisi neraca perusahaan pada akhir 2025 menunjukkan tantangan pada posisi ekuitas, di mana defisiensi modal membengkak 13,8 persen menjadi Rp10,73 triliun dari nilai ekuitas negatif akhir 2024 sebesar Rp9,43 triliun. 

Total liabilitas perseroan juga naik 4,2 persen menjadi Rp15,79 triliun yang didominasi oleh kewajiban jangka pendek sebesar Rp11,01 triliun. Sebaliknya, total aset CMPP justru menyusut 11,6 persen menjadi Rp5,05 triliun, dengan posisi kas dan bank yang tersisa senilai Rp36,75 miliar atau merosot 19 persen dari posisi akhir 2024 yang sebesar Rp45,37 miliar.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya