Berita

Presiden AS Donald Trump. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Inovasi Teknologi Iran Bikin Trump Pusing Tujuh Keliling

SENIN, 16 MARET 2026 | 05:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Perang Timur Tengah yang sudah berlangsung sekitar dua minggu memperlihatkan betapa kalang kabutnya Amerika Serikat dan Israel dalam menghadapi Iran.

Dalam peperangan itu, Iran telah menunjukkan kelasnya sebagai bangsa tangguh dan penuh inovasi yang tumbuh dari sejarah peradabannya. 

Hal itu disampaikan pakar teknologi dari Nanyang Technological Institute, Prof. Sulfikar Amir dikutip dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Senin, 16 Maret 2026. 


“Iran ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan inovasi yang luar biasa efektif untuk membuat Donald Trump itu pusing tujuh keliling. Dia pikir dengan menghantam Iran dalam waktu 2-3 hari, Iran akan tunduk pada kemampuan Amerika Serikat, apalagi pada hari pertama, Ayatollah Khamenei dibunuh melalui serangan rudal Israel,” kata Sulfikar.

“Tapi ternyata tidak, gitu. Nah, sebagai seorang sosiolog, saya selalu tertarik melihat teknologi dalam kacamata sosial dalam dimensi sosial,” tambahnya. 

Lanjut dia, teknologi militer Iran ternyata bisa mengimbangi bahkan mengungguli milik negeri Paman Sam yang terkenal akan kehebatannya.

Sulfikar menyebut berbagai inovasi teknologi militer Iran tersebut sukses dibuat oleh anak negerinya berkat sistem kepemimpinan politik yang baik.

“Dan ini tentu tidak lepas dari institusi yang menjadi penopang rezim Islamic Republic of Iran,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa ada kesalahan fatal Presiden AS Donald Trump ketika memutuskan untuk menyerang Iran.  

“Ada asumsi bahwa kalau misalnya dia berhasil membunuh pemimpin (Iran), maka seluruh rezimnya akan kolaps. Itu yang terjadi di Venezuela, itu yang terjadi di Irak tahun 2003, terjadi di Libya, syria. Tapi Iran ini berbeda,” pungkasnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya