Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

SENIN, 16 MARET 2026 | 00:30 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua MPP PKS Mulyanto menyambut baik keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional seribu lebih dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pulau Jawa. 

Mulyanto menyebut penonaktifan dapur MBG dalam jumlah besar tersebut merupakan peringatan penting agar dilakukan evaluasi implementasi program MBG Nasional. 

Menurutnya, sekarang adalah saat yang tepat bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi komprehensif terkait implementasi program MBG ini.


Anggota DPR RI periode 2019-2024 ini menyebut Program MBG bisa lebih kuat jika didesain secara otonom pada pemerintah daerah, sekolah, serta pelaku ekonomi lokal. 

“Tidak seperti sekarang yang cenderung sentralistik dan bergantung pada lembaga-lembaga negara, baik Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik serta partai politik,” kata Mulyanto dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 15 Maret 2026.

"Program MBG merupakan kebijakan strategis yang sangat penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Namun berkaca dari kasus penghentian sementara lebih dari seribu dapur MBG, menunjukkan bahwa implementasi program sosial sebesar ini memerlukan tata kelola yang lebih matang, tidak tergesa, transparan, dan berbasis pada kapasitas masyarakat lokal serta dengan pengawasan yang andal," jelasnya.

Mulyanto menambahkan kasus penghentian sementara itu menunjukkan desain implementasi program MBG perlu diperbaiki agar tidak terlalu tersentralisasi dan tidak terlalu bergantung pada institusi negara. 

Lanjut dia, keterlibatan institusi seperti TNI dan Polri semestinya bersifat terbatas pada dukungan logistik atau keadaan tertentu. 

“Bukan menjadi pengelola utama dapur MBG yang pada dasarnya merupakan program pelayanan sosial kepada masyarakat,” pungkasnya.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya