Berita

Sekjen PBB Antonio Guterres (Foto: The Guardian)

Dunia

Guterres Peringatkan Lebanon Bisa Jadi Tanah Tandus Akibat Perang Israel

MINGGU, 15 MARET 2026 | 20:06 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa konflik bersenjata antara Israel dan Lebanon berpotensi menghancurkan wilayah selatan negara itu hingga menjadi tanah tandus jika eskalasi militer terus berlanjut.

Hal itu disampaikan Guterres dalam konferensi pers di Beirut pada Sabtu waktu setempat, 14 Maret 2026, di tengah meningkatnya serangan Israel ke sejumlah wilayah Lebanon. 

Menurutnya, rakyat Lebanon kini terseret dalam pusaran konflik yang terus meluas di kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan, hanya jalan diplomasi yang dapat ditempuh agar negara itu tidak hancur akibat perang.


"Tidak ada solusi militer, hanya diplomasi. Lebanon Selatan berisiko menjadi tanah tandus. Beirut selatan, yang berada di bawah perintah evakuasi besar-besaran oleh Israel, berisiko dibom hingga hancur lebur," tegasnya, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Dalam kunjungannya ke Beirut, Guterres juga menggalang bantuan darurat sebesar 325 juta dolar AS untuk membantu lebih dari 800 ribu warga yang mengungsi di dalam negeri sejak konflik memanas pada 2 Maret. 

Gelombang pengungsian tersebut terjadi setelah kelompok bersenjata Lebanon Hezbollah menyerang Israel sebagai respons atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei oleh Amerika Serikat dan Israel.

Menanggapi perintah evakuasi massal yang dikeluarkan Israel dan kini mencakup sekitar 14 persen wilayah Lebanon, Guterres menegaskan bahwa setiap langkah militer harus tetap menjamin keselamatan warga sipil. 

“Apa pun yang tidak menciptakan keamanan yang cukup bagi warga sipil pasti akan melanggar hukum humaniter internasional,” ujarnya.

Di lapangan, militer Israel terus menggempur wilayah selatan Lebanon dan pinggiran selatan Beirut. 

Serangan terbaru dilaporkan menewaskan satu keluarga beranggotakan empat orang di kota Sidon serta seorang warga dalam serangan terhadap bangunan permukiman di Bourj Hammoud di timur Beirut.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya