Berita

Ketua PIJAR 98, Sulaiman Haikal (Foto: Internet)

Politik

Aktivis 98 Dukung Langkah Pemerintah Usut Teror Air Keras ke Andrie Yunus

MINGGU, 15 MARET 2026 | 10:26 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Aksi teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus menuai perhatian luas. 

Aktivis 98 menilai langkah cepat pemerintah mengecam dan mengusut kasus tersebut sebagai sinyal penting bahwa negara tidak mentoleransi kekerasan terhadap pembela HAM.

“Kami mengapresiasi respons cepat dari Menteri HAM dan jajaran Polri. Sikap tegas pemerintah ini sangat penting untuk menunjukkan bahwa negara hadir dan tidak memberikan ruang bagi aksi teror terhadap pembela HAM,” ujar Ketua PIJAR 98, Sulaiman Haikal dalam sebuah pernyataan di Jakarta, seperti dikutip Minggu, 15 Maret 2026. 


Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai sebelumnya secara terbuka mengutuk keras tindakan premanisme tersebut dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas motif di balik serangan tersebut. 

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo disebut telah memberikan atensi khusus agar pelaku segera ditangkap.

Selain itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Angga Raka Prabowo, menegaskan bahwa kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum. 

“Pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa yang menimpa Saudara Andrie Yunus. Kami mengecam keras setiap tindakan kekerasan terhadap siapa pun,” kata Angga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Andrie Yunus diserang saat sedang berkendara sepulang menghadiri sebuah acara di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Maret 2026. 

Dua pelaku yang menggunakan sepeda motor diduga menyiramkan cairan kimia ke arah korban, sebagaimana terekam kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada bagian wajah dan tubuh dan kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. 

Insiden ini memicu gelombang solidaritas dari berbagai kalangan, termasuk Komnas HAM, anggota DPR, hingga pelapor khusus PBB yang mendesak perlindungan lebih kuat bagi para aktivis di Indonesia.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Kultus “Benda-benda Suci” di Eropa Abad Pertengahan

Minggu, 15 Maret 2026 | 06:16

Lulusan IPDN Disiapkan Wujudkan Standar Pelayanan Minimal di Daerah

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:59

Roy Suryo Cs Dilarang Ladeni Rismon Beradu Argumentasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:32

Abdul Malik bin Marwan, Revolusi Birokrasi yang Mengubah Sejarah Islam

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:23

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Trump Berbaju Fir’aun

Minggu, 15 Maret 2026 | 04:31

Enam Bulan Purbaya, Rupiah Melemah tiap Bulan

Minggu, 15 Maret 2026 | 04:08

Pendekatan Teman Sebaya Efektif Cegah Bullying di Sekolah

Minggu, 15 Maret 2026 | 04:02

Rismon Menelan seluruh Omongannya Tanpa Ada Terkecuali

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:21

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Selengkapnya