Berita

Rismon Sianipar. (Foto: Setwapres)

Politik

Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Mirip Melodrama

MINGGU, 15 MARET 2026 | 09:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Permintaan maaf yang disampaikan Rismon Sianipar kepada mantan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka terkait tudingan ijazah palsu memantik kembali perbincangan publik.

Sebelumnya, Rismon cukup yakin dengan temuannya yang menyebut ijazah Jokowi dan Gibran tidak asli. Namun belakangan ia mengoreksi hasil risetnya, meminta maaf kepada publik, serta menempuh langkah restoratif justice.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai dinamika tersebut menyerupai sebuah melodrama yang terus menghadirkan babak-babak baru dalam polemik ijazah Presiden dan Wakil Presiden RI.


“Ini mirip sebuah melodrama yang selalu bermunculan temuan dan isu-isu baru terkait dengan polemik kontroversi dan ijazah Jokowi dari dulu,” ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Minggu, 15 Maret 2026.

Menurutnya, polemik mengenai ijazah Jokowi memang sudah berkembang sejak lama dan terus memunculkan berbagai klaim maupun temuan baru dari waktu ke waktu.

Adi juga menyoroti pernyataan Rismon yang kini mengoreksi hasil penelitiannya terkait ijazah Jokowi dan Gibran serta meminta maaf atas temuan sebelumnya.

“Kali ini ketika Rismon meminta maaf pada publik, mengoreksi hasil risetnya terkait penelitian ijazah Jokowi dan Gibran, kemudian membantah temuannya terdahulu dan mengajukan restoratif justice, ini babak baru terkait dengan polemik ijazah,” jelasnya.

Ia menilai publik kini tinggal menunggu perkembangan selanjutnya setelah langkah yang diambil Rismon tersebut.

“Inilah yang saya kira tinggal tunggu apa yang kemudian akan terjadi di kemudian hari setelah Rismon meminta maaf,” katanya.

Di sisi lain, polemik ini diperkirakan belum sepenuhnya mereda. Pasalnya, beberapa pihak yang sebelumnya juga menyoroti isu tersebut disebut tidak akan mengikuti langkah yang ditempuh Rismon.

Adi mencontohkan sikap Roy Suryo dan Dokyer Tifa yang menyatakan tidak akan mengikuti langkah Rismon dalam meminta maaf.

“Apakah akan ada hentakan dan manuver yang kemudian semakin menarik, kita lihat saja ke depan,” pungkas Adi.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya