Berita

Menlu Iran, Abbas Araghchi (Foto: AFP)

Dunia

Iran Buka Selat Hormuz untuk Semua Kapal, Kecuali Milik AS dan Sekutunya

MINGGU, 15 MARET 2026 | 09:09 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Iran menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis dunia di Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal-kapal internasional. 

Namun, pembatasan diberlakukan khusus terhadap kapal milik Amerika Serikat dan Israel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak berarti Iran menutup sepenuhnya selat yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia itu. 


Menurutnya, kapal dari negara lain tetap dapat melintas seperti biasa.

“Selat Hormuz hanya tertutup bagi kapal-kapal AS dan Israel,” kata Araghchi dalam wawancara dengan MS NOW seperti dikutip Minggu, 15 Maret 2026. 

Ia menjelaskan bahwa aktivitas pelayaran di kawasan tersebut masih berlangsung. Meski begitu, sejumlah kapal memilih menunda perjalanan karena alasan keamanan yang menurutnya tidak berkaitan dengan Iran. 

“Saat ini ada banyak kapal tanker dan kapal lain yang melewati Selat Hormuz,” ujarnya.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana pengiriman kapal perang oleh Washington bersama sejumlah negara lain guna memastikan selat tersebut tetap terbuka dan aman setelah muncul klaim upaya Iran menutup jalur pelayaran tersebut.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyebut sejumlah negara yang disebut terdampak oleh situasi tersebut, di antaranya China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris, seraya berharap negara-negara tersebut turut mengirim kapal ke kawasan itu.

Dalam wawancara yang sama, Araghchi juga menepis berbagai spekulasi mengenai kondisi pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. 

Ia menegaskan bahwa tidak ada masalah dengan pemimpin tersebut dan pemerintahan Iran tetap berjalan normal. 

“Dia menyampaikan pesannya kemarin dan akan menjalankan tugasnya. Dia menjalankan tugasnya sesuai dengan konstitusi dan akan terus melakukannya," tegas Araghchi.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya