Berita

Rismon Hasiholan Sianipar. (Foto: Setwapres)

Politik

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

MINGGU, 15 MARET 2026 | 05:04 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ahli digital forensik Rismon Sianipar dianggap sombong, karena setelah berkhianat, sekarang malah menantang Roy Suryo cs beradu argumentasi penelitian terkait tuduhan ijazah palsu Joko Widodo alias Jokowi.

Demikian disampaikan kuasa hukum Roy Suryo cs, Ahmad Khozinudin dalam keterangannya, dikutip Minggu 15 Maret 2026.

"Menurut Rismon, dia akan menjelaskan faktor 'kebaruan' yang menyebabkan hasil penelitiannya berkesimpulan ijazah Jokowi yang sebelumnya palsu 'disulap' bim salabim menjadi 'asli'," kata Khozinudin.


Khozinudin mengingatkan bahwa dalam tradisi keilmuan, dikenal adagium peneliti boleh salah, tapi tak boleh bohong.

"Ini adalah ungkapan yang menjadi panduan moral sebagai seorang peneliti. Berbeda dengan peneliti/ilmuan, politisi justru wajib berbohong agar tak bisa disalahkan," kata Khozinudin.

Di mata Khozinudin, dalam kasus ijazah Jokowi, Rismon telah melakukan kebohongan sekaligus kesalahan.

Di antaranya Rismon berbohong, tidak jujur, bahwa dirinya punya masalah dengan ijazah S2 dan S3 dari Universitas Yamaghuci Jepang, yang belakangan dilaporkan oleh relawan kubu Jokowi. 

"Andaikan Rismon jujur sejak awal punya masalah ini, tentu kami menyarankan dirinya tidak terlibat dalam perjuangan membongkar kasus ijazah Jokowi," kata Khozinudin.

Secara etika dan moral, kata Khozinudin, Rismon tak memiliki sandaran legitimasi untuk mempersoalkan ijazah Jokowi. 

"Bagaimana mungkin, Rismon bisa menyampaikan secara lantang ijazah Jokowi 11.000 triliun persen palsu, sementara ijazahnya sendiri bermasalah," sindir Khozinudin.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya