Berita

Tifauzia Tyassuma, Rismon Sianipar dan Roy Suryo. (Foto: X Tifauzia Tyassuma)

Politik

Ketika Dokter Tifa Bareng Rismon dan Roy Suryo Meyakini Skripsi Jokowi Palsu

SABTU, 14 MARET 2026 | 23:39 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Permintaan maaf tersangka kasus ijazah Jokowi Rismon Sianipar kepada Joko Widodo alias Jokowi dan publik jadi sorotan publik.

Tak terkecuali Tifauzia Tyassuma mengomentari sikap Rismon tersebut di media sosial X miliknya.

Dokter Tifa mengenang detik-detik pertemuan pertamanya dengan Rismon pada 15 April 2025 di ruang 109 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. 


"ketika kami bertiga mewakili TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis) yang terlambat hadir karena kecelakaan di tol. Sesuatu yang menjadi bagian dari qadarallah. Kehendak Allah," tulis Dokter Tifa, dikutip Sabtu 14 Maret 2026.

Ketika itu, kata Dokter Tifa, ada sekitar 16 orang, Civitas Akademika UGM dan para pejabat Rektorat.

"Inilah pertama kali saya dan mas Roy bertemu Rismon Sianipar," kata Dokter Tifa.

Saat itulah Dokter Tifa, Rismon, dan Roy Suryo diperlihatkan skripsi atas nama Joko Widodo, yang membuat tiga pasang mata kami terbelalak.

"Melihat dokumen itu, menurut keyakinan kami, adalah skripsi palsu, yang jelas, clear, tanpa perlu digital forensik," kata Dokter Tifa.

Selanjutnya Roy Suryo dengan sigap memotret lembaran-lembaran skripsi tersebut dengan kamera canggihnya, sehingga foto-foto ini akan menjadi bukti tak terbantahkan,

"Bahwa seseorang yang tidak memiliki skripsi yang otentik, tidak mungkin mendapatkan ijazah yang otentik," kata Dokter Tifa.

Belum  lagi dengan 709 dokumen lainnya, yang dengan mandat keputusan sidang Komisi Informasi Publik (KIP) menjadi dokumen yang terbuka secara public.

"Akan kami uji keasliannya bersama dengan para pakar IT dan digital forensik, para doktor asli lulusan Amerika, Belanda, ITB, dan Unair," kata Dokter Tifa.

Sebanyak 709 dokumen termasuk di dalamnya adalah skripsi, transkrip nilai, bukti KKN, KRS, KHS, berita acara kelulusan, absensi kuliah, dan lain-lain.

"Terus terang, akan sangat sulit dipertanggungjawabkan oleh orang yang tidak memilikinya, tidak mengalaminya, dan tidak menjalaninya," pungkas Dokter Tifa.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya