Berita

Pakar Hubungan Internasional, Tia Mariatul Kibtiah (Foto: Dokumen Kementerian Pertahanan RI)

Politik

Bukan Hanya Energi, Konflik Timur Tengah Berisiko Ganggu Internet Dunia

SABTU, 14 MARET 2026 | 12:08 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Konflik di Timur Tengah berpotensi memicu gangguan digital berskala global jika infrastruktur kabel internet bawah laut menjadi sasaran sabotase.

Gangguan pada jaringan tersebut tidak hanya berdampak pada koneksi internet dunia, tetapi juga dapat menghambat sistem transaksi perbankan dan layanan keuangan internasional.

Risiko tersebut muncul karena sebagian besar lalu lintas data global, termasuk transaksi keuangan digital, bergantung pada jaringan kabel serat optik bawah laut yang menghubungkan berbagai kawasan dunia. Jika jalur komunikasi ini terganggu, aktivitas internet hingga sistem pembayaran lintas negara dapat terdampak secara luas.


Pakar hubungan internasional Tia Mariatul Kibtiah menilai konflik di Timur Tengah memang tidak berdampak langsung secara geografis terhadap Asia Tenggara, tetapi efek tidak langsungnya tetap signifikan bagi kawasan, termasuk Indonesia.

“Efek perang kalau ke Asia Tenggara secara langsung tidak ada. Karena memang secara latak geografis kan kita jauh. Mereka di kawasan Timur Tengah, kita di sini di Asia Tenggara,” kata Tia di Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2026.

Meski demikian, menurutnya, dampak konflik dapat merambat melalui berbagai sektor global yang saling terhubung, termasuk ekonomi dan sistem digital. Infrastruktur digital global, khususnya kabel serat optik bawah laut, menjadi salah satu titik rawan apabila konflik meluas atau melibatkan sabotase terhadap fasilitas strategis.

Dalam skenario tersebut, gangguan tidak hanya terjadi pada akses internet, tetapi juga pada sistem transaksi keuangan yang bergantung pada jaringan komunikasi internasional.

“Efeknya kemana-mana. Bahkan yang lebih parah lagi ini mengganggu stabilitas nasional dan keamanan kita,” ujarnya.

Gangguan terhadap kabel internet bawah laut berpotensi memicu disrupsi luas, mulai dari transaksi perbankan, sistem pembayaran digital, hingga aktivitas ekonomi berbasis internet. Sistem keuangan global saat ini sangat bergantung pada konektivitas digital real-time, sehingga gangguan jaringan dapat memperlambat bahkan menghentikan sebagian layanan transaksi.

Selain risiko digital, Tia juga menilai konflik Timur Tengah sering kali memicu dampak domino pada stabilitas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ia mencontohkan bahwa dinamika geopolitik di kawasan tersebut kerap memicu resonansi politik maupun sosial di dalam negeri.

“Setiap kali ada peristiwa di Timur Tengah, efeknya pasti ke Indonesia,” kata Tia.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya