Berita

Kerusakan akibat serangan Israel di Lebanon Selatan. (Foto: Reuters)

Global

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

SABTU, 14 MARET 2026 | 09:23 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Qatar mengutuk serangan brutal militer Israel di wilayah selatan Lebanon. Kementerian Luar Negeri menyebut serangan tersebut melanggar hukum humaniter internasional secara terang-terangan.

“Negara Qatar mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan, menganggapnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701,”bunyi pernyataan resmi pemerintah Qatar pada Jumat, 13 Maret 2026.

Qatar juga menyerukan komunitas internasional bertindak tegas terhadap Israel untuk menghentikan serangannya.


“Kementerian Luar Negeri menyerukan kepada komunitas internasional untuk memenuhi tanggung jawabnya dengan memaksa otoritas pendudukan Israel untuk menghentikan serangan berulang mereka terhadap Lebanon dan untuk menghormati konvensi dan hukum internasional,” tambahnya.

Selain itu, Doha juta menegaskan dukungannya terhadap kedaulatan Lebanon.

“Kementerian menegaskan sikap teguh Negara Qatar terhadap Republik Lebanon, persatuan, kedaulatan, dan integritas wilayahnya, serta dukungan penuhnya untuk semua upaya yang meningkatkan stabilitas dan kemakmurannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, serangan Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan lebih dari 680 orang dan melukai 1.774 lainnya sejak eskalasi konflik dimulai pada 2 Maret 2026. 

Eskalasi konflik bermula setelah kelompok Hezbollah menembakkan roket dari Lebanon ke arah Israel pada 2 Maret, untuk membalas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang tewas akibat serangan awal AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Serangan ini menjadi yang pertama sejak gencatan senjata diberlakukan pada 27 November 2024.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya