Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Lonjakan Harga Energi Seret Pasar Saham Eropa ke Zona Merah

SABTU, 14 MARET 2026 | 07:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Jumat 13 Maret 2026 waktu setempat, di tengah volatilitas yang dipicu oleh lonjakan harga energi, kenaikan imbal hasil obligasi, dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. 

Kenaikan biaya energi serta prospek kebijakan moneter yang lebih ketat terus membebani sentimen investor dan prospek margin perusahaan.

Indeks STOXX 50 zona Euro turun 0,6 persen ke level 5.712 dan berakhir relatif datar sepanjang pekan, sementara STOXX 600 melemah 0,5 persen menjadi 596 dengan penurunan mingguan 0,5 persen. Imbal hasil obligasi di negara-negara utama zona Euro melonjak mendekati level tertinggi dalam 15 tahun seiring kenaikan harga komoditas energi akibat kekhawatiran gangguan pasokan yang dipicu konflik Iran.


Sektor perbankan menjadi salah satu yang paling tertekan. Deutsche Bank turun 5,5 persen sepanjang minggu ke level terendah dalam sembilan bulan, sementara UniCredit melemah 4 persen ke posisi terendah sejak November. Sektor industri juga tertekan akibat biaya energi yang lebih tinggi, dengan saham Siemens, Schneider Electric, dan Siemens Energy turun antara 2 persen hingga 6 persen. Di sektor konsumsi, saham LVMH merosot sekitar 4,4 persen.

Di Prancis, indeks CAC 40 turun 0,9 persen ke 7.912, level terendah sejak September. Kenaikan tingkat pengangguran menjadi 7,9 persen dan melonjaknya harga minyak mendekati 100 Dolar AS per barel memperkuat kekhawatiran terhadap potensi stagflasi. 

Di Inggris, indeks FTSE 100 turun 0,5 persen ke 10.254 dan mencatat penurunan mingguan 0,2 persen. Data menunjukkan ekonomi Inggris stagnan pada Januari, sementara lonjakan harga energi meningkatkan ekspektasi bahwa Bank of England masih berpotensi menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Saham Fresnillo, Rolls-Royce, dan Antofagasta memimpin pelemahan.

Sementara itu di Jerman, DAX 40 turun 0,8 persen ke sekitar 23.400 dan mencatat penurunan mingguan 0,8 persen. Secara keseluruhan, pasar ekuitas Eropa masih dibayangi ketidakpastian akibat lonjakan harga energi, kenaikan imbal hasil obligasi, serta risiko geopolitik yang berpotensi memicu volatilitas lebih lanjut di pasar keuangan kawasan tersebut.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya