Berita

Dr Rasminto di SMAN 78 Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Nusantara

Literasi dan Karakter Kebangsaan Kunci Kekuatan Generasi Z

SABTU, 14 MARET 2026 | 05:18 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Akademisi sekaligus anggota Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Provinsi DKI Jakarta, Dr. Rasminto, menegaskan bahwa pemuda dan pelajar merupakan harapan utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan Rasminto dalam kegiatan Pesantren Kikat (Sanlat) Kebangsaan di SMAN 78 Jakarta yang diikuti lebih dari seribu siswa dari kelas X, XI dan XII pada Jumat, 13 Maret 2026.

Dalam paparannya bertajuk “Pelajar dan Harapan Bangsa”, Rasminto menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus cadangan kepemimpinan nasional di masa depan.


Menurutnya, situasi global saat ini sedang menghadapi berbagai krisis, mulai dari krisis energi, pangan, ekonomi hingga ketegangan politik internasional yang berpotensi berdampak pada kedaulatan negara.

“Dalam situasi dunia yang tidak stabil seperti sekarang, pelajar harus menyadari bahwa mereka bukan hanya peserta pendidikan, tetapi juga agen perubahan, kontrol sosial, dan iron stock atau cadangan kepemimpinan bangsa,” ujar Rasminto dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2026.

Ia menambahkan, pelajar Indonesia dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, wawasan kebangsaan, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat dan negara.

Rasminto mengingatkan bahwa di era disrupsi digital saat ini, generasi muda juga menghadapi tantangan serius berupa banjir informasi, disinformasi, hingga politik post-truth yang dapat memengaruhi cara berpikir masyarakat.

“Media sosial sering kali membuat emosi lebih dominan dibandingkan fakta. Karena itu, pelajar harus memiliki literasi informasi yang kuat agar tidak mudah terpengaruh hoax dan propaganda,” jelasnya.

Selain tantangan digital, ia juga menyoroti persoalan sosial yang dihadapi generasi muda di wilayah perkotaan, seperti meningkatnya kasus tawuran pelajar, lemahnya ruang partisipasi generasi muda, hingga ancaman radikalisme digital.

"Kasus tawuran di perkotaan terutama di Jakarta cukup tinggi, ini juga mempengaruhi lemahnya partisipasi generasi muda pada aktivitas positif, sehingga perlu dibangun nilai-nilai kebangsaan yang kuat melalui berbagai metode dan pendekatan," ungkapnya. 

Menurut Rasminto, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena generasi muda saat ini adalah penentu masa depan Indonesia, terutama dalam menghadapi momentum bonus demografi yang diproyeksikan berlangsung hingga 2045.

“Bonus demografi akan menjadi peluang besar jika generasi mudanya berkualitas. Tetapi bisa menjadi masalah jika tidak dipersiapkan dengan baik,” tutur dia.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pembangunan karakter kebangsaan sejak dini melalui pendidikan, pembinaan wawasan kebangsaan, serta penguatan nilai-nilai persatuan.

“Kompetensi literasi dan numerasi harus berjalan seiring dengan karakter kebangsaan. Jika identitas, solidaritas, dan kreativitas pemudanya kuat, maka masa depan bangsa juga akan kuat,” kata Rasminto.

Ia berharap para pelajar Indonesia khususnya di Jakarta mampu mempersiapkan diri sebagai generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap bangsa dan negara.

“Gen Z hari ini adalah sumber energi pembangunan bangsa. Mereka harus dipersiapkan menjadi generasi yang berintegritas, patriotik, dan siap memimpin Indonesia di masa depan,” pungkasnya.


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya