Berita

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

JUMAT, 13 MARET 2026 | 23:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah kabar yang menyebut pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) nasional mulai menipis. 

Penegasan itu disampaikan Bahlil saat menyampaikan laporan dalam Sidang Paripurna Kabinet yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026. 

Menurutnya pemberitaan yang menyebut Indonesia mengalami krisis batu bara untuk kebutuhan PLTU tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. 


Bahlil menegaskan stok batu bara saat ini masih berada dalam batas standar nasional, yakni rata-rata 14 hari.

“Saya juga mendapat laporan dari media bahwa seolah-olah batu bara kita untuk PLTU ini katanya sudah menipis. Kami laporkan Pak untuk seluruh PLTU PLTU yang ada baik IPP maupun punya PLN ketersediaan batu bara sekarang rata-rata di 14 hari. Jadi itu masih dalam standar minimal nasional,” ujar Bahlil.

Bahlil menyebut orientasi utama pemerintah dalam pengelolaan sumber daya batu bara adalah memastikan kebutuhan domestik terpenuhi lebih dahulu, khususnya untuk menjaga keandalan pasokan listrik nasional. 

Karena itu, ia menilai narasi krisis batu bara yang beredar tidak berdasar.

“Jadi ini juga mungkin jari-jari yang terlalu pintar memainkan kata-kata bahwa seolah-olah kita krisis batu bara itu mohon maaf Pak itu nggak benar,” tegasnya.

Pemerintah, lanjut Bahlil, bahkan telah menyiapkan kebijakan melalui keputusan menteri yang mengatur prioritas pemanfaatan batu bara bagi kebutuhan dalam negeri sebelum diekspor ke luar negeri.

“Bahkan kami telah menyiapkan Kepmen bahwa seluruh produk batu bara yang kita hasilkan memenuhi dulu kebutuhan dalam negeri sisanya baru kita ekspor. Kalau tidak karena batu bara itu barang milik negara Pak bukan barang bukan barang milik perusahaan,” jelasnya.

Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) sebelumnya mengungkap adanya keterbatasan pasokan batu bara di sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) swasta. 

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu keandalan pasokan listrik nasional karena sebagian pembangkit hanya memiliki cadangan batu bara untuk belasan hari operasi.

Dewan Pengawas APLSI Joseph Pangalila menyebut penurunan pasokan batu bara ke PLTU sudah terjadi sejak tahun lalu. 

Bahkan, beberapa pembangkit dilaporkan memiliki stok kurang dari 10 hari, sementara standar ideal untuk menjaga keandalan operasional pembangkit berada pada kisaran minimal 25 hari operasi.

"Saat ini, sebagian pembangkit memiliki stok kurang dari 10 hari, dan sebagian lainnya hanya belasan hari. Pembangkit yang mencapai 25 hari hanya tinggal beberapa saja," ujar Joseph, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurut Joseph, kondisi tersebut patut menjadi perhatian karena produsen listrik swasta atau independent power producer (IPP) berkontribusi hampir setengah dari total pasokan listrik nasional.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya