Berita

Menko Airlangga Hartarto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat 13 Maret 2026. (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Bisnis

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

JUMAT, 13 MARET 2026 | 23:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir ekonom yang menilai ekonomi Indonesia telah memasuki fase resesi. 

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, bendahara negara itu bahkan menyebut sebagian pandangan tersebut datang dari “ekonom yang aneh”.

“Di luar banyak yang bilang kita sudah resesi pak, ekonom-ekonom yang agak aneh bilang kita sudah resesi, tinggal tunggu hancurnya,” kata Purbaya dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Maret 2026.


Menurutnya, penilaian tersebut tidak mencerminkan kondisi ekonomi RI. Ia menegaskan sejumlah indikator justru menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam tren positif.

Salah satu indikator yang disorot adalah Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur pada Februari yang mencapai 53,8. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menandakan ekspansi di sektor manufaktur.

“Jadi betul-betul ada perbaikan yang kuat di sektor manufaktur, artinya sisi suplai tumbuh dengan kuat. Ini bukan data dari BPS tapi dari pihak lain yang mengkonfirmasi bahwa ekonomi kita memang sedang tumbuh,” jelasnya.

Selain itu, Purbaya juga menyinggung inflasi nasional pada Februari 2026 yang tercatat 4,76 persen secara tahunan (yoy). Menurutnya, angka tersebut dipengaruhi oleh basis perbandingan yang rendah pada periode yang sama tahun lalu karena adanya diskon tarif listrik dari pemerintah.

“Kalau kita hilangkan data-data subsidi listrik bulan Januari-Februari tahun lalu, sebenarnya inflasi kita hanya sekitar 2,59 persen pak. Jadi kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi, ekonominya nggak kepanasan,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, sejumlah indikator lain turut menunjukkan ekonomi nasional masih bergerak positif. Di antaranya penjualan mobil yang tercatat tumbuh 12,2 persen pada Februari 2026.

Untuk itu, ia membantah pandangan sejumlah ekonom yang mengatakan bahwa ekonomi RI morat marit.

“Jadi kita jauh dari apa yang disebut dengan namanya morat-marit kata ekonom-ekonom di luar itu pak, di TikTok banyak yang ngomong gitu,” pungkasnya.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya