Berita

Rahmat Sorialam. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Kekuatan Rudal Iran: Bedah Dua Mazhab Tenaga Nuklir Modern

JUMAT, 13 MARET 2026 | 21:47 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Dalam perkembangan geopolitik dan militer dunia saat ini, teknologi nuklir memainkan peran yang sangat penting dalam menentukan kekuatan strategis suatu negara. 

Dikatakan pengamat nuklir Indonesia, Rahmat Sorialam, salah satu fenomena yang menarik perhatian adalah kemampuan rudal Iran yang dinilai memiliki kecepatan dan daya hancur yang sangat tinggi. 

"Iran diketahui tidak mengembangkan teknologi militernya secara terisolasi," kata Rahmat kepada wartawan, Jumat 13 Maret 2026.


Kata dia, Iran banyak belajar dan bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki tradisi kuat dalam pengembangan teknologi nuklir dan militer, seperti Rusia dan China. 

"Sebelum konflik-konflik geopolitik terbaru terjadi, dilaporkan ada sekitar 80 teknisi nuklir dari Rusia yang bekerja di Iran, memberikan transfer pengetahuan dan pengalaman di bidang teknologi nuklir modern," tuturnya.

Perkembangan teknologi nuklir saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada pendekatan lama. Menurutnya, dalam dunia nuklir modern, terdapat dua “mazhab” atau aliran teknologi utama yang menjadi dasar pengembangan energi maupun persenjataan nuklir.

Pertama adalah mazhab uranium, yang dapat disebut sebagai teknologi nuklir generasi lama. Uranium telah digunakan sejak awal era nuklir dan menjadi fondasi bagi banyak reaktor serta persenjataan nuklir yang dikembangkan oleh negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat.

Kedua adalah mazhab thorium, yang dianggap sebagai pendekatan teknologi nuklir yang lebih modern. Thorium memiliki potensi energi yang jauh lebih besar dibandingkan uranium.

Lanjutnya, jika melihat performa beberapa rudal Iran yang dilaporkan memiliki kecepatan sangat tinggi—bahkan mencapai kecepatan hipersonik hingga sekitar Mach 10, maka muncul analisis bahwa salah satu faktor yang memungkinkan kemampuan tersebut adalah penggunaan teknologi nuklir berbasis thorium.

"Dalam skenario ini, thorium tidak hanya berperan sebagai sumber energi, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem bahan bakar atau teknologi hulu ledak," jelasnya.

Dengan potensi energi yang sangat besar, masih kata Rahmat, satu sistem persenjataan berbasis teknologi tersebut secara teoritis dapat memiliki kekuatan yang jauh melampaui sistem konvensional. 

"Inilah yang memunculkan pandangan bahwa satu rudal modern berteknologi tinggi dapat memiliki efek strategis yang sangat besar dalam keseimbangan kekuatan militer global," tuturnya.

Rahmat menekankan, perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan teknologi nuklir tidak hanya terjadi pada level energi sipil, tetapi juga dalam ranah militer dan pertahanan. 

"Negara-negara yang mampu menguasai teknologi nuklir generasi baru berpotensi mengubah peta kekuatan strategis dunia dalam waktu yang relatif singkat," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya